Sebelumnya karena miss manajemen BPJS Ketenagakerjaan tekor Rp.40 triliun. Dan di BPJS Kesehatan dikorup Rp.20 miliar. Belum lagi kasus lainnya

“Kondisi bangsa ini dimana-mana ada korupsi. Jadi Dewas ini diharapkan menjadi benteng mengamankan dana masyarakat, tapi tetap profesional,” ujar Jusuf Rizal, Relawan Prabowo Subianto itu

Forum Jamsos juga, lanjutnya akan mengajak diskusi para Dewas untuk memberikan masukan lobang-lobang mana yang memiliki kelemahan. Misalnya, BPJS Ketenagakerjaan angka peningkatan keanggotaan BPU (Bukan Penerima Upah) sangat rendah. Sistim IT yang tidak maksimal.

Di BPJS Kesehatan juga pengawasan lemah dalam pelayanan kesehatan dan permainan Rumah Sakit. Untuk itu Dewas harus turba jangan hanya syuur sendiri. Akibatnya terjadi kebocoran.

Ketika ditanya, figur-figur Dewas yang terpilih menurut Jusuf Rizal yang juga Ketum FSPTSI (Federasi Serikat Pekerja Transport Seluruh Indonesia)-KSPSI Yorrys Raweyai itu, menyebutkan cukup bagus. Dari rekam jejak mudah-mudahan bisa diandalkan, ujarnya

Menyinggung Direksi BPJS yang belum keluar dari Presiden Prabowo Subianto, Jusuf Rizal menekankan agar jangan ada Direksi hasil oplosan. Karena bisa saja diintervensi hasil rekomendasi Pansel sebanyak 14 orang dengan rangking.

“Kalau itu terjadi Forum Jamsos pastikan akan kritisi,” pungkas Jusuf Rizal yang juga tokoh pers itu./Red.