Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama PT Air Batam Hilir (ABHi) terus mempercepat upaya pemulihan sekaligus penguatan layanan air minum bagi masyarakat Kota Batam.
Langkah tersebut dilakukan setelah perbaikan dan relokasi pipa berdiameter 800 milimeter di kawasan Muka Kuning. Pemantauan terhadap kondisi suplai air di berbagai wilayah terdampak hingga kini masih dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.
Dari hasil pemantauan teknis, suplai air di sebagian besar wilayah yang sebelumnya mengalami gangguan mulai berangsur normal. Namun, sejumlah kawasan masih membutuhkan penanganan khusus karena berada di wilayah dengan tekanan air yang relatif terbatas.
Beberapa kawasan tersebut antara lain Sei Lekop, Sagulung Baru (Saguba), Tanjung Sengkuang, Batu Merah, Bengkong, hingga kawasan Marina yang mencakup Fantasy Residence, Galaxy, Jupiter dan sekitarnya.
BP Batam menjelaskan, persoalan suplai di kawasan tersebut tidak secara langsung berkaitan dengan pekerjaan perbaikan pipa Muka Kuning. Secara teknis, wilayah-wilayah tersebut masuk kategori stress area atau berada di ujung jaringan (end of line), dengan kondisi elevasi relatif tinggi.
Kondisi tersebut menyebabkan sebagian wilayah menerima tekanan air yang terbatas atau aliran dalam durasi yang lebih pendek dibandingkan kawasan lainnya.
Amsakar Tinjau Langsung Kondisi Warga
Untuk memastikan penanganan berjalan di lapangan, Kepala BP Batam, Amsakar Achmad turun langsung meninjau salah satu wilayah yang mengalami persoalan suplai air, yakni Kavling Sagulung Berseri, Sei Lekop, RW 8 RT 3 dan RT 5, Jumat (4/9/2026).
Peninjauan tersebut dilakukan sekaligus untuk mencari solusi terhadap keluhan masyarakat yang mengalami keterbatasan bahkan tidak memperoleh aliran air.
Warga menyampaikan bahwa persoalan suplai air di kawasan tersebut telah berlangsung cukup lama. Di RT 3 terdapat sekitar 21 kepala keluarga, sedangkan RT 5 dihuni sekitar 45 kepala keluarga. Dengan demikian, sekitar 65 kepala keluarga terdampak kondisi tersebut.
Salah seorang warga, Parna, mengapresiasi langkah Kepala BP Batam yang turun langsung melihat kondisi masyarakat sekaligus mencari solusi atas persoalan air yang mereka hadapi.
Amsakar mengatakan, sejak menerima informasi terkait relokasi pipa di Muka Kuning, dirinya langsung melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan jajaran terkait.
Menurutnya, kebutuhan masyarakat terhadap air bersih tidak dapat menunggu hingga seluruh pekerjaan infrastruktur selesai. Karena itu, solusi sementara harus tetap diberikan selama proses penguatan jaringan berlangsung.
“Penyelesaiannya memang membutuhkan waktu, tetapi selama proses itu berjalan, suplai melalui mobil tangki harus tetap dilakukan. Tidak ada cerita, ini harus selesai,” tegas Amsakar kepada jajaran SPAM dan ABH.
Ia juga meminta agar kebutuhan armada mobil tangki dihitung secara tepat sehingga distribusi air bersih dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
BP Batam bahkan menyiapkan opsi penambahan armada tangki, termasuk melalui pengalihan anggaran multiyears untuk memperkuat dukungan distribusi air bersih.
Amsakar menargetkan pekerjaan penguatan jaringan dapat diselesaikan paling lambat pada akhir November atau Desember 2026. Selama proses tersebut berlangsung, masyarakat diminta tetap dipastikan memperoleh suplai air bersih.
Distribusi Air Tangki Terus Dilakukan
Sebagai langkah jangka pendek, BP Batam bersama PT ABHi meningkatkan pengiriman mobil tangki air secara terjadwal ke sejumlah kawasan prioritas atau dedicated area.
Wilayah yang menjadi perhatian meliputi Sei Lekop, Tanjung Sengkuang, Batu Merah, Bengkong Permai, Bengkong Harapan, Bengkong Palapa, Kavling Berseri, serta sejumlah titik layanan publik dan permukiman prioritas lainnya.
Distribusi melalui mobil tangki dilakukan untuk menjaga akses masyarakat terhadap air bersih selama proses penguatan jaringan berlangsung.
Evaluasi kebutuhan di lapangan juga dilakukan secara berkala agar jumlah armada dan distribusi air dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah.
Penguatan Infrastruktur Masuk Agenda Prioritas
Tidak hanya mengandalkan penanganan darurat, BP Batam dan PT ABHi juga mempercepat pembangunan serta penguatan jaringan sebagai solusi jangka menengah dan panjang.
Untuk kawasan Saguba, Sei Lekop, serta sebagian wilayah Marina seperti Fantasy Residence, Jupiter, Galaxy dan sekitarnya, penguatan jaringan telah masuk dalam agenda prioritas atau **Quick Win**.
Pekerjaan tersebut diarahkan untuk meningkatkan debit sekaligus tekanan air sehingga wilayah yang berada di ujung jaringan dapat memperoleh suplai yang lebih stabil.
Penguatan jaringan primer dan tersier telah berjalan sejak Agustus 2026. Sementara pekerjaan jaringan sekunder ditargetkan selesai paling lambat akhir November 2026, dengan keseluruhan proyek di kawasan tersebut diharapkan rampung pada akhir 2026.
Sementara itu, penguatan jaringan di kawasan Tanjung Sengkuang, Batu Merah dan Bengkong telah lebih dahulu dilakukan melalui Segmen Sukajadi–M3G serta Segmen Ozon–Bukit Senyum.
Proyek yang dimulai sejak Mei 2026 tersebut kini menunjukkan perkembangan signifikan dan ditargetkan selesai pada September 2026.
Penyelesaian proyek diharapkan mampu meningkatkan keandalan serta kestabilan distribusi air kepada masyarakat di kawasan tersebut.
Penanganan Darurat dan Penguatan Permanen Berjalan Bersamaan
Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, menegaskan bahwa penanganan gangguan suplai dilakukan dengan dua pendekatan sekaligus.
Pertama, memastikan kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi melalui distribusi mobil tangki. Kedua, mempercepat penyelesaian proyek penguatan jaringan sebagai solusi permanen.
“BP Batam bersama PT Air Batam Hilir bekerja dengan skala prioritas yang jelas. Pengiriman armada tangki kami fokuskan secara teratur di titik-titik kawasan prioritas penanganan darurat. Di saat yang sama, tim teknis terus memacu penyelesaian proyek perkuatan jaringan pipa,” kata Denny.
Ia menjelaskan, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen untuk memastikan masyarakat yang berada di wilayah ujung jaringan dapat menikmati layanan air yang lebih optimal dan berkelanjutan.
Menurut Denny, solusi sementara tidak boleh menjadi akhir dari penanganan. Penguatan jaringan harus terus dilakukan agar pelayanan air kepada masyarakat Batam semakin stabil dan andal dalam jangka panjang.
“Target kami jelas, bukan hanya memastikan air tersedia hari ini, tetapi juga membangun sistem jaringan yang semakin kuat sehingga pelayanan kepada masyarakat Batam ke depan semakin baik,” ujarnya.
BP Batam juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat atas dukungan, kesabaran dan kerja sama selama proses perbaikan maupun peningkatan infrastruktur berlangsung.
Bersama PT ABHi, BP Batam berkomitmen memberikan informasi perkembangan kondisi operasional secara terbuka, akurat dan berkala sebagai bagian dari upaya memberikan kepastian pelayanan air minum bagi masyarakat Kota Batam./Red.

