Hubungan strategis Indonesia dan Rusia terus diarahkan pada kerja sama yang lebih konkret dan memberikan manfaat ekonomi bagi kedua negara.
Pertemuan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dengan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin di Vladivostok, Kamis (03/09), menghasilkan sejumlah peluang kerja sama di berbagai sektor, mulai dari pertanian, energi, sumber daya mineral, pertahanan, investasi hingga industri perkapalan.
Salah satu agenda yang menjadi tindak lanjut langsung adalah rencana penjajakan investasi PT Pupuk Indonesia untuk mengembangkan fasilitas produksi pupuk urea di Vladivostok.
Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan P. Roeslani, mengatakan Pupuk Indonesia bersama mitra Rusia telah menandatangani joint study untuk mengkaji potensi pembangunan dan investasi pabrik pupuk urea di kawasan tersebut.
“Pada intinya, kami bersama-sama dengan Dirut Pupuk Indonesia baru saja menandatangani joint study untuk melihat potensi dari Pupuk Indonesia berinvestasi di Vladivostok ini untuk pupuk urea,” kata Rosan dalam keterangannya di Vladivostok.
Menurut Rosan, peningkatan kinerja dan efisiensi Pupuk Indonesia menjadi modal penting bagi perusahaan untuk mengembangkan investasi hingga ke pasar internasional. Ekspansi tersebut juga diharapkan mampu memperkuat ketahanan industri dan ketersediaan bahan baku nasional.
Ia menilai kerja sama dengan Rusia dapat menjadi bagian dari strategi jangka panjang Indonesia dalam memperkuat sektor industri sekaligus membuka peluang investasi baru di luar negeri.
Sementara itu, Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi mengatakan studi bersama tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan menjalankan arahan Danantara untuk memperkuat ketahanan nasional sekaligus meningkatkan kiprah Pupuk Indonesia di pasar global.
Dari sisi geografis, Vladivostok dinilai memiliki nilai strategis karena berada di kawasan yang menghadap langsung ke Samudra Pasifik. Posisi tersebut membuka peluang yang lebih besar bagi Pupuk Indonesia untuk menjangkau pasar Asia-Pasifik.
“Ini menjadi menarik karena Vladivostok adalah menghadap ke Pasifik, pasar yang selama ini memang menjadi pasar utama Pupuk Indonesia,” ujar Rahmad.
Rusia Tawarkan Kapal Teknologi Mutakhir
Kerja sama Indonesia dan Rusia tidak berhenti pada sektor pupuk. Dalam pertemuan bilateral tersebut, Presiden Vladimir Putin juga menawarkan peluang kerja sama di bidang perkapalan, khususnya kapal berteknologi mutakhir dengan panjang lebih dari 102 meter.

