Warga Bengkong Palapa II RT 06 RW 08 Kelurahan Tanjung Buntung, Kecamatan Bengkong, meminta kepada BP (Badan Pengusahaan) Batam untuk membatalkan alokasi lahan seluas 1000 meter, yang diberikan kepada PT Satria Batam Sukses (SBS).

Hal ini pun disampaikan langsung oleh seluruh warga Bengkong Palapa di Kantor Lurah Tanjung Buntung, Kota Batam, pada Jum’at (08/08). Mereka meminta agar lahan yang sudah berpuluhan tahun ditempati itu menjadi tempat tinggal.

“Sudah 30 tahun lebih kami menempati lahan ini, bahkan ada yang sudah beranak cucu di sini. Kami juga sudah melakukan permohonan kepada BP Batam pada tahun 2017, yang saat itu masih dijabat oleh bapak Muhammad Rudi terkait legalitas lahan yang sedang kami tempati,” kata seorang warga Bengkong Palapa.

Warga Bengkong Palapa Minta Pembatalan Alokasi Lahan PT Satria Batam Sukses
Warga Bengkong Palapa II saat hadir di agenda mediasi dengan PT Satria Batam Sukses.

 

Namun pada tahun 2022 kata warga, ada 3 (tiga) orang tak dikenal mengaku dari pihak PT SBS yang berdiri pada tahun 2022 ini datang ke lokasi tempat tinggal, mengaku dengan mengklaim bahwa sudah milik mereka lahan tersebut dengan membawa selembar kertas berisikan himbauan untuk segera mengsongkan lahan tersebut.

“Ada 3 OTK datang dengan sikap seperti sikap premanisme dengan mengatakan agar rumah kami segera dibongkar tanpa ada solusi atau pembicaraan mediasi sekalipun dari pihak PT SBS. Padahal saat itu, pak Muhammad Rudi memberi perintah kepada Dirut Lahan Ilham Eka untuk memediasi antar kami dengan perusahaan ini,” ungkapnya.

Sementara itu, dari PT SBS ini, Udin Sihaloho menyampaikan pihaknya telah mempunyai legalitas yang jelas dari BP Batam. Ia menyebut, pihaknya telah mengkikuti prosedur kepengurusan tentang lahan yang ditempati oleh warga itu dan telah mempersiapkan uang sagu hati sebesar Rp10 juta.

“Tahun 2022 telah kami bayar WTO, sudah kami kuasai eh sudah dialokasikan ke kami. Jadi, di sini kita cari solusi yang baik. Dari perusahaan menyanggupi sagu hati sebesar Rp10 juta,” kata Udin saat mediasi dengan warga Bengkong Palapa.

Dari pantauan tim media ini di lapangan, tampak kedua belah pihak belum menghasilkan kesepakatan hingga selesai agenda mediasi./Red.