Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri (Ketum PDI Perjuangan) ; Presiden Ketujuh RI Jokowi (Kader PDI Perjuangan) ; dan Calon Presiden RI Ganjar Pranowo (Gubernur Jateng dan Kader PDI Perjuangan) adalah Para Pemimpin terdepan dan terkemuka Indonesia. Ketiganya adalah Pemimpin yang merupakan “Pusat” (Sentrum/Sentral) dan menjadi “Simpul” (Jangkar) yang “menyediakan dan memasangkan badannya dan raganya serta mengalokasikan dan mewakafkan jiwanya dan nyawanya” bagi hal-hal prinsipil strategis mendasar Keindonesiaan. Demi dan untuk mempertahankan, menjaga, merawat, dan mengawal NKRI ; demi dan untuk menegakkan dan menguatkan kedaulatan bangsa dan keutuhan wilayah Indonesia Raya ; demi dan untuk mengukuhkan dan memastikan ideologi dan falsafah Pancasila ; demi dan untuk menegakkan dan menyelenggarakan konstitusi UUD NRI Tahun 1945 ; demi dan untuk mempertahankan dan menumbuhkan etos perilaku dan jiwa semangat Bhinneka Tunggal Ika.

Cakrawala dan horizon Politik Bernegara Indonesia dari ekosistem Kepemimpinan tersebutlah, pada dasarnya yang menyertai, mewarnai, dan memaknai atmosfir Pengumuman dan Penetapan Ganjar Pranowo menjadi Capres RI dari PDI Perjuangan. Juga yang menyertai, mewarnai, dan memaknai ekosistem kepemimpinan nasional yang historis, sosiologis, dan historis pada masa kini dan pada masa depan Indonesia Raya. Acara “Sidang Politik Partai Pengumuman dan Pernyataan” (Rapat DPP PDI Perjuangan yang Ke-140 dan yang Diperluas), diselenggarakan dengan Upacara Nasional (Indonesia) dan Upacara Organisasional (PDI Perjuangan). Diawali dengan Menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Lalu Pengucapan Hening Cipta oleh Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. Lalu Pembacaan Teks Pancasila oleh mantan Sekjen DPP PDI Perjuangan Pramono Anung Wibowo (Menteri Sekretaris Kabinet RI). Lalu Menyanyikan Lagu Mars PDI Perjuangan. Lalu Materi Pengantar oleh Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. Kemudian Kata Sambutan dan Pengarahan oleh Ketum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Lalu Pemberian dan Penyerahan “Kopiah Peci Hitam Kultural Nasional oleh Ketum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri kepada Capres RI Ganjar Pranowo. Lalu Kata Sambutan oleh Presiden RI Jokowi. Lalu Kata Sambutan oleh Capres RI Ganjar Pranowo. Lalu Sesi Foto Bersama.

Ketua DPP PDI Perjuangan Prananda Prabowo (Kepala Situation Room DPP PDI Perjuangan) ; dan Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani (Ketua DPR-RI) mewarnai dan memaknai keberhasilan “Proses dan Hasil” Pengumuman dan Pernyataan mengenai Capres RI Ganjar Pranowo dari PDI Perjuangan. Berperan dan berpengaruh dalam Penetapan Ganjar Pranowo menjadi Capres RI dari PDI Perjuangan. Mendukung dan menyukseskan Penetapan dan Pemenangan Capres RI Ganjar Pranowo dalam Pilpres tahun 2024 dengan semangat “Bersatu Utuh Kuat” dan secara Bergotongroyong. Pada puncaknya dan pada akhirnya, Ketum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang memilih, memutuskan, dan menetapkan Ganjar Pranowo menjadi Capres RI dari PDI Perjuangan dalam Pilpres tahun 2024.

Pengumuman dan Penetapan tersebut berlandaskan pada keseluruhan proses dan hasil “rasionalisasi, konstitusionalisasi, dan ideologisasi”. Bersandarkan pada kontemplasi dan evaluasi secara menyeluruh dan mendasar dengan kebeningan hati nurani, dengan kejernihan akal budi, dan dengan kesucian mata hati. Berdasarkan pada perenungan, pengkajian, dan pemetaan yang otentik dan konkrit mengenai anatomi, konfigurasi, dan eskalasi Politik personal fungsional Calon dan juga Politik institusional struktural Kerakyatan, Kebangsaan, Kenegaraan Indonesia, dan Keinternasionalan. Pengumuman dan Penetapan tersebut pada gilirannya setelah bertemu, berdialog, berdiskusi, dan berkonsultasi bersama dengan sejumlah figur tokoh dan berbagai pihak kalangan internal dan eksternal. Terutama dan terkhusus bersama dengan Presiden RI Jokowi, Ketua DPP PDI Perjuangan Prananda Prabowo (Kepala Situation Room DPP PDI Perjuangan), dan Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani (Ketua DPR-RI).

Kader PDI Perjuangan Jokowi (Presiden RI) memiliki dan mempunyai jiwa raga, semangat juang, serta nafas, darah, dan energi kuat dan kukuh. Perihal tersebut sangat berarti, berdampak, dan berpengaruh secara positif, efektif, kompetitif, dan produktif. Intisarinya adalah keberartian, keberdampakan, dan keberpengaruhan tersebut ada atau terdapat di wilayah lokal dan nasional Indonesia serta ada atau terdapat di wilayah kawasan regional dan dunia internasional. Visi, Misi, dan Program Presiden RI Jokowi, pada dasarnya berdampak pada adanya keberhasilan dan berakibat pada adanya kemajuan Kepemimpinan Presiden RI Jokowi secara kualitatif dan kuantitatif. Keberhasilan dan kemajuan tersebut harus mendapat “penjagaan, perawatan, dan pengawalan” dalam skema Keberlanjutan dan dalam semangat Kebersinambungan.

Alternasinya dan solusinya adalah Ganjar Pranowo. Figur kepemimpinan Ganjar Pranowo adalah tanggapan dan jawaban tunggal terhadap kepemimpinan yang “dididik, dilatih, diuji, ditantang, disiapkan, dikaderkan, didorong, dan didukung untuk semakin mengkualitatifkan dan mengkuantitatifkan Pembangunan dan Pemajuan Indonesia Raya. Ketum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Presiden RI Jokowi “mendidik, melatih, menguji, menantang, menyiapkan, mengkaderkan, mendorong, dan mendukung” Ganjar Pranowo untuk menyelesaikan dan menuntaskan sejumlah pergumulan, pergulatan, permasalahan. Juga untuk menunaikan dan melanjutkan berbagai tantangan Indonesia di tingkat lokal, nasional, regional, dan internasional.

“Komunikasi Politikal dan Relasi Kultural” antara Jokowi dengan Ganjar Pranowo sudah lama tumbuh dan sejak awal telah terbangun. Bobot sejarah, rekam jejak, jejak langkah, watak nuansa “Persaudaraan dan Persahabatan Keduanya” tersebut telah tercatat, terbaca, terekam, terdokumentasi, dan terlihat sejak dahulu kala. Tidak saja dan bukan hanya terjadi dalam peristiwa ketika Keduanya belakangan tampil bersama-sama. Khususnya saat bersama-sama menghadiri dan mengikuti acara Forum Pengumuman dan Pernyataan Penetapan Ganjar Pranowo menjadi Capres RI dari PDI Perjuangan, berlokasi tempat di Istana Batutulis ; saat bersama-sama “Semobil” ; saat bersama-sama “Sepesawat” dari Jakarta ke Solo, Jateng ; saat bersama-sama menghadiri, mengikuti, dan melaksanakan Sholat Id (Idul Fitri) di Solo, Jateng – pasca Pengumuman dan Penetapan “Pencapresan” RI Ganjar Pranowo, di Bogor, Jabar.

Namun demikian, momentum kebersamaan Keduanya tersebut, tetap juga melahirkan dan membangkitan perspektif tersendiri. Senantiasa dan selalu juga membangunkan dan menumbuhkan nuansa terkhusus. Perspektif dan nuansa tersebut adalah perihal semakin meningginya, mendalamnya, dan meluasnya ; perihal semakin menyuburnya, melebarnya, dan menyebarnya  “segenap dan serangkaian dukungan perkuatan dan dorongan pemenangan”. Dukungan dan dorongan dari Presiden RI Jokowi kepada Capres RI Ganjar Pranowo. Dukungan dan dorongan tersebut adalah antar Berdua sebagai sesama Kader, sesama Sahabat, sesama Saudara yang “Sepergerakan, Seperjuangan, Sepengabdian, Sepelayanan, Seperguruan, Sealiran”, dan “Seatmosfir yang Senafas, Sehati, Serupa, Sevisi, Semisi, Seirama, Sebangun, Seaksi, Seayun”.

Kepribadian dan kepemimpinan beserta dengan segenap dan keseluruhan ekosistem Ganjar Pranowo, pada dasarnya merupakan figur tipikal Pemimpin Pemerintahan dan Kenegaraaan serta Pengabdi dan Pelayan Kerakyatan dan Kemasyarakatan. Prototipe dan tipologi kepemimpinan Ganjar Pranowo tergolong dan terklasifikasi : sabar, tabah, sederhana, bersahaja, supel, fleksibel, familiar, teguh, konsisten, peduli, berkomitmen, bertanggungjawab, unggul, kompetitif, inovatif, kreatif, efektif, produktif, tegas, disiplin, nasionalis – humanis – inklusif – moderat – toleran, cerdas, tangkas, cepat, tepat, tuntas, dan lain-lain. Kemudian Ganjar Pranowo pada hakekatnya adalah penggerak, pejuang, petarung, penggagas, pemikir, perumus, perencana, penyusun, pelaksana, pelaku, pekerja dalam konteks dan dalam kerangka Pembangunan dan Pemajuan Rakyat, Bangsa, dan Negara Indonesia.

Ganjar Pranowo sudah “lulus” dan telah “lolos” pendidikan, pelatihan, pengujian, dan pengkaderan secara historis, sosiologis, politis, dan ideologis. Lulus dan lolos dalam hal “kepribadian dan kepemimpinan”. Lagi pula lulus dan lolos secara kelembagaan, kepartaian, kerakyatan, kebangsaan, dan kenegaraan. Ganjar Pranowo adalah figur pemimpin yang relatif berpengalaman dan matang. Lagi pula relatif “paripurna profesi bidang tugas pengabdian”. Seorang Aktifis ; seorang Profesional ; seorang Konsultan ; seorang Politisi (Anggota dan Kader PDI Perjuangan yang loyal, tegak lurus, disiplin, merakyat, turun ke bawah, berideologi kuat, kukuh, dan teguh) ; seorang Birokrat (Birokrasi) Pemerintahan ; seorang Anggota dan Pimpinan Legislatif (Parlemen/MPR-RI/DPR-RI, seorang Pimpinan Komisi dan Panitia Khusus DPR-RI, seorang Pimpinan Fraksi PDI Perjuangan di MPR-RI dan DPR-RI) ; seorang Pemimpin Eksekutif dan Kepala Daerah Pemerintahan Tingkat Provinsi (Gubernur Provinsi Jateng) selama dua periode berturut-turut (sepuluh tahun).

Beraneka dan beragam potensi, modal, keunggulan, kemampuan, kekuatan menyertai dan melekat dalam dan dengan kepribadian dan kepemimpinan Ganjar Pranowo. Ada dinamika dan dialektika. Pemberian dan Penyampaian “Kopiah Peci Hitam Kultural Nasional” oleh dan dari Ketum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri kepada Capres RI Ganjar Pranowo adalah simbol yang melambangkan dan menandaskan sebuah dan serangkaian Amanah, Tugas, Tanggungjawab, Kepercayaan, dan Kehormatan. Perihal tersebut merupakan dan menjadi Keluhuran, Kemuliaan, dan Keagungan untuk Memimpin dan Mengabdi Negara serta Melindungi, Mengayomi, dan Melayani Rakyat. Tentu dengan senantiasa setia dan taat serta tunduk dan patuh kepada Kehendak Aspirasi Rakyat Indonesia dan kepada Ketentuan Konstitusi UUD NRI Tahun 1945.

Capres RI Ganjar Pranowo pada hakekatnya berposisi dan berfungsi “menerima, menjaga, merawat, memakai, menggunakan, dan mempertanggungjawabkan” Kopiah Peci tersebut sebagai Penghormatan dan Penugasan. Posisi dan fungsi tersebut diwujudkan dengan kebulatan tekad dan keutuhan komitmen untuk “Menyucikan” Penghormatan dan untuk “Meneguhkan” Penugasan tersebut dengan “sebaik-baiknya dan sepenuh-penuhnya”. Mulai sejak sekarang dan ketika Terpilih dan Ditetapkan menjadi Presiden Kedelapan RI dan sampai selama menjabat, mengabdi, dan melayani sebagai Presiden RI. Tentu diawali dengan Pemenangan Capres RI dan menyusul Calon Wakil Presiden (Cawapres) RI yang akan dipilih, diputuskan, dan ditetapkan kemudian untuk selanjutnya Berpasangan nantinya bersama dengan Ganjar Pranowo dalam Pilpres tahun 2024 yang Damai, Absah, Demokratis, dan Konstitusional.

Tema PDI Perjuangan “Solid Bergerak Untuk Indonesia Raya” termaktub sebagai Tema “Nafas dan Darah” pergerakan dan perjuangan Partai, khususnya yang tertera ketika berlangsung acara “Forum Batutulis”. Tema ideologis tersebut menjadi “Matahari Penyinar, Bulan Penerang, Bintang Penuntun”. Terutama, terinti, dan terkhusus dalam konteks dan dalam kerangka Memenangkan Capres RI Ganjar Pranowo ; dan kemudian Memastikan kepemimpinan Ganjar Pranowo apabila terpilih menjadi Presiden RI agar senantiasa Amanah, Kredibel, Profesional, dan Akuntabel. Tema Utama, Inti, dan Besar tersebut, pada dasarnya menyatukan pergerakan dan perjuangan Megawati, Jokowi, Ganjar Pranowo, PDI Perjuangan bersama dengan kekuatan dan kedaulatan Rakyat dan Bangsa Indonesia secara Bergotongroyong dalam kerangka Pembangunan Negara Pancasila Indonesia Proklamasi 17 Agustus 1945″.

Penulis mengenal Capres RI Ganjar Pranowo sebagai sahabat baik dan lama sejak tahun 1990-an, mungkin sekitar akhir tahun 1990-an. Apalagi sama-sama dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebagai “chandradimuka” pendidikan, pengkaderan, pergerakan, dan perjuangan. Semakin bersahabat lagi ketika berjumpa dalam Partai sebagai sesama anggota dan kader Partai “Banteng Ketaton dan Moncong Putih” yang menjadi kader, “anak buah dan anak didik” Ketum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Persahabatan berlanjut sampai sekarang untuk Bergotongroyong menegakkan dan membumikan “Trisakti”. Ganjar Pranowo salah seorang Pemimpin, Penggerak, Pejuang, dan Petarung. “Bumi, Langit, dan segenap Alam Semesta Raya” beserta Rakyat dan Bangsa Indonesia – bergerak dalam jalur landasan dan jenjang lintasan untuk mendukung dan memenangkan Ganjar Pranowo menjadi Presiden RI.

Jakarta, Indonesia, 24 April 2023.

“Salam Indonesia Raya ; Salam Indonesia Yang Merdeka, Bersatu, Berdaulat, Adil, Dan Adil”.

(Red)