LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) dan Relawan Prabowo buka Kotak Pos Prabowo (Saluran Prabowo) guna menampung informasi penyelewengan dan korupsi para pejabat dan aparat mulai dari pusat higga desa guna memerangi korupsi yang kian marak.

“Kotak Pos Prabowo ini merupakan implementasi atas himbauan dan ajakan Presiden Prabowo Subianto agar masyarakat tidak takut dan ragu-ragu melaporkan tindak penyelewenangan yang dilakukan aparat maupun pejabat,” tegas KRH. HM. Jusuf Rizal penggagas Saluran Prabowo kepada media di Jakarta, Rabu (23/07).

Menurut Jusuf Rizal, pria berdarah Madura-Batak penggiat anti korupsi itu, Kotak Pos Prabowo dibuat guna membantu Prabowo memberantas korupsi di bumi nusantara. Komitmen Prabowo yang rela mati dan menyatakan perang melawan korupsi adalah lonceng perlawanan rakyat melawan korupsi yang saat ini merajalela.

“Saluran Prabowo adalah mata dan telinga terhadap penyalahgunaan wewenang atau abuse of power,” jelasnya.

Jika dulu pada pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) korupsi angkanya masih milyaran, di pemerintahan Joko Widodo selama 10 tahun sudah ribuan trilyun rupiah. Jusuf Rizal menyebut, pemerintahan Joko Widodo menyuburkan korupsi dan gagal melaksanakan amanat reformasi serta gagal dengan program Revolusi Mentalnya. Indonesia telah darurat korupsi

“Kini Pemerintahan Prabowo mewarisi prilaku korup pejabat mulai dari eksekutif, legislatif, yudikatif dan pejabat BUM. Kebagian warisan bobrok dan cuci piring dengan hutang ribuan triliun. Korupsi telah melumpuhkan pondasi bangsa untuk maju, serta untuk menghasilkan generasi emas dan mensejahterakan rakyat,” kata Jusuf Rizal.