Isu tentang keretakan hubungan antara Walikota dan Wakilnya di (Pemerintah Kota) Batam yang sudah banyak di perbincangkan di kalangan masyarakat kota Batam hingga Provinsi Kepulauan Riau, akhir-akhir ini ternyata bukan isapan jempol semata. Jum’at (30/6/2023).

Hal ini pun, kedua pemimpin Kota Batam ini saling berbalas statemant di Media Sosial (Medsos), baik Walikota Batam Muhammad Rudi, maupun Wakil Walikota Batam, H. Amsakar Achmad, S. Sos, M. Si.

Hal ini juga dinyatakan dengan beredarnya video singkat dari beberapa grup WhatsApp yang viral di masyarakat beberapa hari yang lalu yang memperlihatkan Wakil Wali Kota Amsakar Achmad sedang diwawancarai oleh sebuah media sosial perihal sudah tidak dilibatkannya lagi dirinya dalam kegiatan di Pemko Batam dalam 5-6 minggu yang lalu.

Amsakar Achmad juga menjelaskan dalam video itu bahwa ajudannya yang biasanya mendekat dan melekat untuk mengetahui agenda kegiatan di Pemko Batam saat ini telah dikeluarkan dari grup pimpinan yang ada sehingga terkesan ada pembatasan kepadanya terkait kegiatan yang ada.

Viralnya video berdurasi kurang dari 3 menit itu tentu saja mengundang beragam reaksi di kalangan masyarakat khususnya Tim Relawan pendukung Amsakar Achmad yang membuat kesal.

Dalam pernyataan Muhammad Rudi di video yang tersebar di salah satu grup yang berdurasi 1 menit 59 detik, diduga dengan sombongnya dikatakan bahwa jika mau kerja, datanglah ke kantor, menghadap ke saya, saya berikan kerja.

Muhammad Rudi menyampaikan bahwa selama ini tidak pernah membicarakan tentang persoalan yang ada di internal Pemerintah Kota Batam.

“Perihal didampingi protokol atau tidak, itu melihat acara yang dihadiri. Jika urusan pemerintahan, akan disampaikan undangannya, selanjutnya akan didisposisikan. Sehingga semua acara yang ditujukan kepada Pemko Batam bisa tercatat,” kata Rudi.

Saat ditanya sejumlah tim media terkait kurang koordinasi, Muhammad Rudi enggan untuk menjawab hal tersebut./Red.