Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI) kembali menegaskan komitmennya untuk mendukung pertumbuhan industri vape yang berkelanjutan dengan membentuk Dewan Pengurus Wilayah (DPW) APVI Provinsi Kepulauan Riau, masa bhakti 2025-2027.

Pelantikan pengurus DPW APVI KEPRI dilaksanakan di Nagoya Thamrin, Kota Batam, pada Selasa (10/12). Ketua Ricky Andreas beserta seluruh Pengurus DPW APVI KEPRI dilantik langsung oleh Ketua Umum DPP APVI Budiyanto.

Acara ini juga menjadi momentum penting yang dirangkaikan dengan Talkshow bertema ‘Solidaritas dan Sinergi: Langkah Strategis APVI KEPRI Menuju Industri Vape yang Harmoni’.

Resmi Dilantik, Kehadiran DPW APVI KEPRI Sebagai Langkah Nyata Menuju Kolaborasi Harmonis antara Pelaku Industri Vape dan Regulator
Ketua Umum APVI, Budiyanto (3 dari kiri) melakukan foto bersama dengan pengurus DPW APVI KEPRI

Dalam keterangannya, Ketua DPW APVI KEPRI, Ricky Andreas mengatakan bahwa Kepulauan Riau, khususnya Kota Batam memiliki posisi strategis dalam industri vape Indonesia. Ia menyebut, wilayah ini merupakan pusat sejumlah manufaktur vape yang tidak hanya berkontribusi besar terhadap serapan tenaga kerja lokal, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap pendapatan negara.

“Dengan latar belakang ini, pembentukan DPW KEPRI menjadi langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi antara pelaku industri vape dengan regulator, memastikan bahwa regulasi yang diterapkan mencerminkan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kepentingan masyarakat dan keberlangsungan industri,” ungkap Ricky Andreas.

Lebih lanjut, Ricky Andreas menyampaikan tujuan dibentuknya DPW APVI KEPRI ini, yakni memperkuat kolaborasi dengan regulator dengan harapan dapat menjawab tantangan regulasi dengan pendekatan yang holistik dan berimbang, mengingat potensi besar yang dimiliki wilayah ini.

“Kemudian, mendukung ekosistem lokal sebagai pusat manufaktur industri vape, Batam dan wilayah Kepri menjadi tulang punggung penting dalam rantai pasok nasional,” lanjutnya.

Ricky menambahkan, industri vape di Kepri tidak hanya menawarkan inovasi produk, tetapi juga memberikan dampak langsung berupa lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal.