Adapun beasiswa ini diperuntukkan bagi jenjang pendidikan Diploma IV atau Strata 1 (S1), dengan durasi maksimal selama 4 (empat) tahun atau 8 (delapan) semester.

Tak hanya di jenjang perguruan tinggi, perhatian Pemko Batam juga menyentuh siswa SD dan SMP. Pemerintah menyediakan seragam sekolah gratis serta menyalurkan subsidi SPP bagi siswa kurang mampu, khususnya bagi mereka yang tidak tertampung di sekolah negeri dan melanjutkan pendidikan di sekolah swasta.

Langkah ini merupakan solusi atas terbatasnya daya tampung sekolah negeri. Berdasarkan Permendikbud Nomor 16 Tahun 2020, batas jumlah siswa per kelas dibatasi 28 orang untuk SD dan 32 orang untuk SMP, dengan toleransi tertentu hingga maksimal 37 siswa. Akibatnya, sebagian siswa harus masuk ke sekolah swasta.

Melalui program subsidi pendidikan ini, Pemko Batam memberikan bantuan sebagai berikut:
– SPP SD: Rp300.000 per bulan .
– SPP SMP: Rp400.000 per bulan.
– Seragam sekolah gratis untuk siswa SD dan SMP, baik di sekolah negeri maupun swasta.

Target penerima program SPP ini meliputi:
– 3.827 siswa SD .
– 2.500 siswa SMP .

“Dengan bantuan SPP ini, jangan risau jika anak-anak tidak tertampung di sekolah negeri. Pemerintah hadir untuk memastikan semua anak Batam bisa sekolah dengan layak,” tegas Amsakar.

Program beasiswa, subsidi pendidikan, dan seragam gratis ini adalah wujud nyata dari komitmen Amsakar–Li Claudia dalam membangun pendidikan inklusif dan merata. Dengan SDM unggul dan akses pendidikan yang adil, Batam diproyeksikan menjadi kota modern dan kompetitif, baik di tingkat nasional maupun global.

“Ini adalah investasi jangka panjang. Anak-anak hebat Batam hari ini adalah pemimpin masa depan. SDM unggul adalah kunci kota yang maju dan berdaya saing,” tutup Amsakar./Red.