Peristiwa salah tangkap Ketua DPW Partai NasDem Sumatera Utara, Iskandar menimbulkan sorotan publik, termasuk dari Wakil Ketua DPRD Kabupaten Nias, Maspena Gulo yang turut mengecam insiden salah tangkap tersebut. Sabtu (18/10).

Insiden kelalaian itu dinilai telah menciderai rasa keadilan dan mencemarkan nama baik Partai NasDem, khususnya di wilayah Provinsi Sumatera Utara.

“Peristiwa ini cerminan bentuk ketidakprofesionalan institusi penegakan hukum yang merugikan seluruh masyarakat dan telah menciderai rasa keadilan,” ucapnya.

Maspena menginformasikan bahwa kejadian pada Rabu (15/10) malam di Bandara Kualanamu adalah diduga sebuah tindakan kelalaian aparat Kepolisian.

Bahkan, setelah insiden salah tangkap para oknum polisi tersebut malah menunjukkan sikap arogansi dan tidak memberi penjelasan atas dugaan kelalaian yang mereka lakukan.

Kejadian seperti ini dapat menimbulkan kekhawatiran seluruh warga negara khususnya masyarakat Sumut dan meningkatnya persepsi negatif publik atas kinerja kepolisian.

Maspena memberitahu bahwa pihaknya sangat mendukung segala bentuk penegakan hukum yang dilakukan oleh Kepolisian, Asal Tidak melanggar aturan. Untuk peristiwa salah tangkap oleh oknum Polisi ini sudah jelas sekali melanggar aturan dan merusak citra kepolisian.

Maka dari itu, Maspena Gulo politisi senior Partai NasDem mendesak Kapolda Sumut untuk turun tangan menangani kasus salah tangkap ini.

“Insiden yang menimpa Ketua DPW NasDem Sumut telah melukai perasaan para kader. Kami harap Pak Kapolda Sumut dapat turun tangan atas masalah ini. Harus ada sangsi tegas kepada para oknum Polisi dan harus ada klarifikasi resmi ke publik atas insiden itu,” tegasnya.

Sebelumnya, Ketua DPW Partai NasDem Sumut, Iskandar pada Rabu (15/10) malam, menjadi korban salah tangkap oleh sejumlah oknum polisi di Bandara Kualanamu.

Walau akhirnya gagal, kasus ini terus menjadi sorotan publik dan menjadi cerminan keteledoran aparat kepolisian./S. Zebua.