Sejarah akan mencatat dan mengingatkan tak akan terlupakan sebagai saksi sejarah dan saksi bisu bagi pahlawan pejuang-pejuang propinsi yang telah berkontribusi.

Dengan penuh pengorbanannya untuk sebuah propinsi. Sebagai penulis dan pelaku sejarah dan saksi hidup. Ingat betol di awal tahun 2000 an. Kami dari para tokoh-tokoh Kepulauan Riau di perantauan dari Jakarta dan Bandung berangkat ke Kota Batam dalam rangka memperkuat dan mempersatukan langkah-langkah perjuangan dalam melakukan pertemuan-pertemuan termasuk di Batam dan Tangjungpinang. Kita sewaktu itu bersama tokoh-tokoh Kepri dari perantaun yang terdiri dari:

1. H. Muhammad Buang (almarhum) mantan anggota DPR-RI Dapil Kepri juga sebagai tokoh Kepri di Jakarta
2. Idris Zaini (almarhum) mantan anggota DPD-RI Dapil Kepri juga sebagai tokoh HMI di Jakarta
3. Nazar Machmud mantan pensiunan Pertamina juga sebagai Tokoh Eksponen 66
4. 3 Orang Srikandi Tokoh Perempuan Pejuang Propinsi Kepulauan Riau:
– Ibu Elza Zen (Almarhum)
– Ibu Rosnima (Kak Alok)
– Ibu Andalisa Rohana ( Kak Dalas ) dan 5.Ibu Drg. Sofiar (almarhum) tokoh perempuan Kepri dari Bandung
6. Dan saya sendiri (Syahzinan) sebagai aktivis dan wartawan di masa Itu.
7. Dan Lain-lain

Inilah nama- nama tersebut di atas yang merupakan rombongan dari BP3KR Jakarta, Bandung, Yogyakarta datang ke Batam untuk melakukan pertemuan dan lobi-lobi untuk percepat dan memuluskan langkah-langkah perjuangan selanjutnya.

Bagi Kami Para Pejuang- pejuang Pembentukan Prooinsi Kepulauan Riau Dengan tokoh- tokoh Perantauan Dari Jakarta,Bandung Yogyakarta Hotel Purajaya Batam adalah Tempat Yang Sakral,Teduh,Tenang Dan Nyaman Bagi Para Pejuang Waktu itu Karena Letaknya Ujung Dari Kota Batam Jauh Dari Hiruk- pikuk Dan Hinggar- binggar dari Kota Batam sebagai Pusat Industri Dan Hiburan.

Di Hotel Purajaya lah para pejuang- pejuang perantaun Jakarta, Bandung dan Yogyakarta. kami sering melakukan pertemuan dan rapat-rapat penting. Bagaimana membahas strategi, lobi-lobi dan langkah-langkah perjuangan selanjutnya. Kami mendengar bahwa Hotel Purayaya telah dirobohkan.

Batam telah dirampas, diambil paksa dan bahkan terjadi pemufakatan jahat serta persengkolan jahat yang dilakukan oleh PT. Pasifik Estatindo Perkasa dan Badan Pengusahaan (BP) Batam atas penyerobotan dan perobohan terhadap Hotel Purajaya tersebut. Sebagai Tokoh pejuang Pembentukan Propinsi Kepri serta kepada seluruh para pejuang kami menyatakan keprihatinan, kekecewaan, dan kemarahan.

Bahkan melakukan yindakan perlawanan karena terjadinya di Tanah Melayu dan masyarakat Melayu tempatan. Juga sebagai pemiliknya yang sah adalah Zulkarnaen Kadir (Alm) sebagai tokoh Pejuang Pembentukan Propinsi Kepri. penyokong, pendukung dan sumbangsih selama sejarah panjang pergolakan Perjuangan Pembentikan Propinsi Kepri.

Bagi Kami Khususnya Dari Para Pejuang Secara Keseluruhan Bahwa “Persengkolan,Pemufakatan Jahat,Pengambilan Secara Paksa Serta Penyerobotan Dan Perobohan terhadap Hotel Purajaya Sebuah Tindakan Perbuatan Kesewenangwenangan,Pelanggaran Hak Asasi Manusia serta Pelecehan,dan Peradaban bangsa Melayu.Ini

Adalah Masalah yang sangat serius telah menginjak-nginjak, merusak, dan menghancurkan harkat, marwah dan martabat para pejuang Propinsi Kepri yang telah berjasa dan berkorban demi sebuah Propinsi. Bagi kami penyerobotan dan perobohan Hotel Purajaya sama artinya sebuah penghacuran dan perusakan terhadap ”Rumah Besar” yang bernama Propinsi Kepulauan Riau.

Demikian dari Penulis Sebagai Pelaku Sejarah Dan Testimoni Sepanjang Sejarah Pergolakan Perjuangan Pembentukan Propinsi Kepulauan Riau.Semoga Tulisan dan Catatan ini Menjadi Solusi Terbaik dan win-win Solution.Siapa yang Berjasa Dan Berkorban Demi Harga diri,Kehormatan Dan Penghargaan Serta Para cita-cita, Amanah Dan Tujuan Kita Menjadikan Propinsi Kepulauan Riau.Antara Hotel Purajaya Dengan Perjuangan Pembentukan Propinsi Kepri adalah Satu Napas,Satu Darah Keturunan Biologis, Satu Kesatuan Yang Tidak Terputus Sama lain. Satuan Kembar yang Sama Sebagai Pemicu Dan Pematik Api Perjuangan Yang Tidak Akan Padam Sampai kapan pun dan Di Dimana pun serta tidak lekang dan lapuk dimakan oleh Peradaban Zaman.

Dunia belum kiamat masih ada waktu untuk hari esok. Selesaikan secara beradat, beradab dan penuh musyawarah antara pihak-pihak berkonflik, bersengketa dan berpolemik…. Sekian.

Semoga. Bangkitlah…Majulah…Dan Jayalah Dikau Propinsi Kepulauan Riau…..

Filosofi Melayu mengatakan, “Barang siapa yang membelakangi sejarah maka dia akan ditipu oleh sejarah dan barang siapa yang menipu sejarah, maka dia akan dibunuh oleh sejarah. Barang siapa yang mengkhianati sejarah dia akan tulah”.

Syahzinan, S.E. adalah Seorang tokoh Melayu Kepri, anggota Badan Pembentukan Dan Penyelaras Propinsi Kepulauan Riau (BP3KR), bermukim di Jakarta.

Sumber : Syahzinan, SE.
Editor : Red.