Calon Walikota Batam Nomor Urut 2, Amsakar Achmad menghadiri undangan Musyawarah Daerah (Musda) V dan Musyawarah Cabang (Muscab) IV Himpunan Masyarakat Nias (HIMNI) Indonesia Provinsi Kepulauan Riau dan Kota Batam, di King’s Hotel, Kota Batam, Sabtu (12/10), sekira pukul 09.000 WIB.

Dihadiri langsung oleh Calon Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyayang Haris Pratamura dan Calon Walikota Batam Amsakar Achmad, Sekjend DPP HIMNI Otoli Zebua, Bendum DPP HIMNI Marinus Nazara, Ketua DPD HIMNI Kepri Adv. Utusan Sarumaha.

Amsakar Achmad menyampaikan bahwa Musda V dan Muscab IV yang diadakan DPD HIMNI Kepri merupakan bagian dari program organisasi itu sendiri. Ia menyebut bahwa organisasi sosial yang hendaknya kepengurusan yang masuk di dalamnya adalah orang – orang yang memang terpanggil untuk membaktikan dirinya bagi paguyuban tersebut.

Pesan Amsakar Achmad Saat Hadir di Musda V Muscab IV HIMNI Kepri dan Kota Batam

“Hendaknya kedepankanlah spirit yang memang untuk membangun kekompakan solidaritas dengan segenap pengurus dan jangan sampai direcoki oleh cara pandang yang membuat kita terbelah satu sama lain,” pesannya.

Calon Walikota Batam Nomor Urut 2 itu menyebutkan bahwa dalam perjalanannya yang ke 27 tahun mengabdi di Pemerintahan Kota Batam, masyarakat Nias yang di Kepri umumnya dan teristimewanya di Kota Batam tidak pernah merecoki atau membuat ulah.

“Saya melihat bahwa masyarakat Nias yang ada di kota Batam tidak pernah membuat gaduh bahkan selalu berkontribusi dalam berbagai produk yang ada di Kepri,” kata Amsakar yang telah diamanahi dua periode sebagai Wakil Walikota Batam itu.

Ia juga menyampaikan untuk tidak jangan memaknai diri kita sebagai orang Nias yang merantau di Batam atau orang Nias yang merantau di Kepri.

“Saya hendak kita semua yang ada di sini memahami kita sebagai orang Batam yang berasal dari Nias sehingga ada rasa bertanggung jawab untuk menyumbang untuk berkontribusi bagi daerah dan ini bukan hanya di masyarakat Nias tapi di seluruh komunitas saya selalu mengingatkan hal ini,” terangnya.

Ia menerjemahkan bahwa Batam ini sebagai miniaturnya Indonesia, karena di dalamnya ada berbagai macam paguyuban/organisasi dari Sabang sampai Merauke, suku dan agama.

“Kota Batam adalah daerah yang multikultural yang majemuk, heterogen, dan plural. Maka penting bagi Pemerintah kota Batam dan Kepri untuk mengajak masyarakat Nias yang ada di seluruh Provinsi Kepri ini bersama – sama mewarnai, membangung dan berkontribusi untuk Batam dan Kepri yang kita cintai ini,” ujarnya.

Menyongsong Pilkada Batam 2024, Amsakar mengharapkan kepada semua yang hadir untuk tidak memperbincangkan politik identitas, agama, dan suku.

“Tidak usah mengurus ranah personal seseorang dan nggak usah menceritakan tepi kain paslon (pasangan calon), supaya kita tidak terpolarisasi ke dalam mazhab identitas yang saya pikir itu akan berbahaya,” harapnya mengakhiri.

Turut hadir dalam acara, Ketua Panitia Wilson Zalogo, Penasihat dan KSB DPC HIMNI beserta Dewan Pengurus Ranting (DPRan) HIMNI Kota Batam, KSB HIMNI Kota Tanjungpinang, KSB DPC HIMNI Kabupaten Bintan dan KSB DPC HIMNI Kabupaten Karimun, Ketua DPD HIMNI Riau, Dalizatulo Lase, SH,MH serta perwakilan paguyuban masyarakat Nias./Red.