Perusakan alat peraga kampanye (APK) pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Batam nomor urut 2, Amsakar Achmad – Li Claudia Chandra (ASLI), oleh orang tak dikenal (OTK) adalah tindakan yang mencoreng semangat demokrasi.

Aksi ini terpantau di sejumlah titik, seperti simpang Cikitsu, jalan Gajah Mada, Jalan Sudirman, pada Kamis (21/11/2024).

Tindakan ini tidak hanya merusak properti kampanye, tetapi juga mencerminkan ketidakdewasaan dalam berdemokrasi. Demokrasi sejatinya memberi ruang bagi gagasan dan visi, bukan perilaku yang mengarah pada intimidasi atau premanisme.

Menurut dugaan dari Ketua Umum Relawan ASLI SAYANG, M. Nur menyebutkan bahwa perusakan ini dilakukan karena pasangan ASLI unggul dalam berbagai survei profesional, yang membuat pihak tertentu merasa terganggu.

“Hal ini terlihat dari pola selektif, di mana baliho ASLI dirusak, sementara baliho lain tetap utuh. Jika benar, ini adalah upaya untuk menciptakan ketakutan dan menodai nilai-nilai persaingan yang sehat,” jelasnya.

Pertanyaan besar yang kini muncul adalah: apakah masyarakat Batam mau dipimpin dengan gaya premanisme?