M. Nur juga mengatakan, tindakan seperti ini seolah menolak perubahan positif yang diperjuangkan ASLI untuk Batam.
“Namun, peristiwa ini justru bisa menjadi momen refleksi bagi masyarakat untuk memilih pemimpin yang berkomitmen menjaga demokrasi, bukan merusaknya.,” tuturnya.
Lanjutnya, pasangan ASLI tetap percaya bahwa masyarakat Batam akan memilih dengan bijak berdasarkan visi dan program yang ditawarkan, bukan melalui intimidasi atau perusakan.
“Semoga oknum yang melakukan tindakan seperti itu, cepat – cepatlah kembali ke jalan yang benar, taubat nasuha,” tegasnya.
Kata dia, demokrasi membutuhkan kedewasaan, dan pilihan ada di tangan rakyat.: memilih pemimpin yang membangun, atau membiarkan premanisme menguasai panggung politik./Red.

