1 Shidiq (jujur). Bukan hanya sekedar jujur dalam perkataan, tetapi juga perbuatan sesuai dengan apa yang diucapkan, sehingga menghasilkan sebuah kepercayaan dan setiap yang diucapkan mengandung kebenaran. Karena Allah telah menegaskan bahwa ciri-ciri orang yang beriman adalah jujur dalam setiap ucapan.
2. Amanah (dapat dipercaya). Ketika diberikan sebuah kepercayaan, maka seharusnya dilaksanakan karena amanah merupakan suatu beban yang menjadi tanggung jawab seseorang agar segera ditunaikan.
3. Tabligh (menyampaikan). Rasulullah Saw. sebagai kekasih Allah selalu menyampaikan wahyu Allah dan ayat-ayat Al-qur’an kepada manusia sesuai dengan apa yang diperintahkan. Menyampaikan kebenaran agar dapat menyingkirkan kebohongan. Maka selayaknya sebagai seorang pemuda, harus akhlak Rasulullah tersebut.
4. Fatonah (cerdas). Rasulullah merupakan insan yang memiliki kecerdasan yang luar biasa. Baik dari segi kecerdasan spiritual maupun kecerdasan dari segi intelektual, sehingga dengan kecerdasan tersebut digunakan untuk menjaga hubungan dengan Allah (hablum minallah) dan menjaga dengan hubungan sesama manusia (hablum minannas).

sudah seharusnya pemuda mampu mengimplementasikan akhlaqul karimah agar menunjukkan eksistensi pemuda qur’ani di era revolusi industri ini, dan mampu menjadi pemuda yang memberikan uswatun hasanah sehingga tidak mudah taklid (ikut-ikutan) terhadap sikap dan gaya hidup adat kebaratan. Adanya perbedaan dengan karakter dan budaya ketimuran, membuat kita harus lebih selektif dalam memfilter kebiasaan dan perilaku tersebut agar tidak mudah terpengaruh dengan mindset dan sikap yang sejatinya tidak dianjurkan oleh Rasulullah Saw. sehingga kita bisa menjadi agen perubahan untuk negeri ini.

Kedua, Tekadkan diri kita menjadi mukmin yang kuat (Qowiyuil jismi)

Qowiyul jismi berarti tubuh yang kuat. Kekuatan fisik adalah penunjang penting dalam aktivitas sehari-hari. Pemuda dengan tubuh yang sehat dan bugar memiliki energi dan stamina untuk berkontribusi secara maksimal dalam berbagai bidang.

Muslim itu harus kuat. Seorang muslim harus memiliki kepribadian dan karakter yang menawan. Mengapa?, alasannya sederhana karena itu perintah dari kitabullah dan Rasulullah SAW bersabda: اَلْـمُؤْمِنُ الْقَـوِيُّ خَـيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَـى اللهِ مِنَ الْـمُؤْمِنِ الضَّعِيْفِ وَفِـيْ كُـلٍّ خَـيْـرٌ

“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada Mukmin yang lemah, dan pada keduanya ada kebaikan.” (HR. Muslim)

Dengan itu, mukmin yang kuat lebih ditakuti dari pada mukmin yang lemah tidak punya apa apa, maka  ketika seorang pemuda memiliki fisik yang kuat ia bisa melindingi saudara saudara muslimnya, ia juga siap secara fisik untuk menghadapi berbagai tantangan dan juga mampu menjalankan tugas tugas agamanya dengan lebih baik. Beribadah dengan semangat dengan fisik yang ia miliki dapat membantu dalam menjaga konsentrasi dan stamina selama beribadah. Dalam aktivitas da’wah, pemuda mu’min seringkali memerlukan energi dan kekuatan fisik untuk bepergian, tubuh yang kuat mendukung mereka dalam menjalankan tugas-tugas ini lebih efektif. Menjaga amanah dan menjadi teladan yang baik

Pemuda qowiyul jismi adalah pemuda yang memiliki tubuh yang kuat dan sehat, yang menjaga kesehatan fisiknya melalui pola makan yang seimbang, olahraga rutin, dan istirahat yang cukup. Mereka memiliki stamina yang tinggi untuk menjalani aktivitas sehari-hari, termasuk belajar, bekerja, dan berpartisipasi dalam kegiatan sosial dan olahraga. Dengan kekuatan fisik yang baik, pemuda qowiyul jismi mampu menghadapi tantangan fisik dengan lebih mudah dan memiliki ketahanan yang tinggi terhadap penyakit dan cedera.

Selain itu, pemuda qowiyul jismi juga memiliki keseimbangan mental dan fisik, yang membantu mereka mengelola stres, menjaga pikiran tetap jernih, dan mempertahankan sikap positif. Kesehatan fisik yang baik berpengaruh positif terhadap kesehatan mental, sehingga pemuda dapat menjaga keseimbangan emosi dan menghadapi situasi sulit dengan lebih baik.

Dengan tubuh yang kuat dan sehat, pemuda qowiyul jismi dapat berkontribusi secara maksimal dalam berbagai bidang, baik di sekolah, tempat kerja, maupun dalam kegiatan sosial. Mereka mampu bekerja dengan efisien dan efektif, serta memiliki keberanian dan kemandirian untuk menghadapi tantangan dan mengambil inisiatif dalam berbagai situasi.

Pemuda qowiyul jismi juga dapat menjadi teladan bagi generasi berikutnya, menunjukkan pentingnya menjaga kesehatan dan kebugaran fisik dalam mencapai kesuksesan. Mereka dapat memberikan contoh nyata dalam tindakan sehari-hari, menginspirasi orang lain untuk mengikuti jejak mereka dalam menjaga kesehatan dan kebugaran fisik.

Dengan sinergi antara akhlaqul karimah, yang mencakup nilai-nilai moral seperti kejujuran dan kebijaksanaan, serta qowiyul jismi, yang menekankan kesehatan fisik dan kebugaran, pemuda dapat menjadi agen perubahan yang membawa kebaikan dan kemajuan bagi masyarakat. Mereka siap menghadapi tantangan zaman, berkontribusi positif dalam berbagai bidang, dan menjadi teladan bagi generasi berikutnya dalam menjaga kesehatan dan kebugaran fisik serta menjalani kehidupan dengan integritas dan moral yang tinggi.

Dengan memiliki kedua aspek ini, pemuda qowiyul jismi dapat mengembangkan potensi diri mereka secara optimal, mencapai prestasi akademis, profesional, dan pribadi yang lebih tinggi, serta menjadi pemimpin yang efektif dan beretika yang memberikan arahan yang tepat dan adil, serta menginspirasi orang lain melalui teladan yang baik. Sinergi ini menciptakan pemuda yang unggul dan berdaya saing tinggi, yang siap membawa perubahan positif dalam masyarakat dan dunia.

Wallahu a’lam bisshowab.

Oleh : Muhammad Nabil Thoriq
Mahasiswa STMIK Tazkia
Editor : Red