Pemuda adalah tulang punggung bangsa, generasi yang diharapkan mampu membawa perubahan dan kemajuan. Di tengah tantangan globalisasi dan modernisasi, pemuda perlu memiliki dua aspek utama dalam dirinya: akhlaqul karimah dan qowiyul jismi. Kedua aspek ini bukan hanya penunjang, tetapi menjadi pilar utama dalam mewujudkan kebangkitan pemuda. Di tengah berbagai persoalan yang membelit bangsa ini maka pemuda digandeng untuk melakukan perubahan. Wajar karena pemuda dari jumlah dan potensi besar memiliki posisi yang strategis.

Potensi pemuda itu banyak sekali. Sebut saja, pemikiran mereka masih jernih, daya sambungnya kuat, penuh ide kreatif, penuh semangat, dan berjiwa pemimpin.Seharusnya pemuda menggali potensinya dengan membawa perubahan pada umat. Karena شَبَابُ الْيَوْمِ رِجَالُ الْغَدِ (pemuda hari ini pemimpin di masa depan) untuk itu cerminan pemuda harapan umat ialah pemuda yang bisa membawa dan melayani ummat menuju kebaikan. Pemuda yang dibekali ilmu dan taqwa mampu menghasikan peradaban yang gemilang yaitu pemuda yang panutannya bercermn kepada generasi Rasulullah SAW.

Maka perlu kita mengingat sejenak yang dimana era keemasaan islam, pemuda-pemuda hebat kebanggaan Rasulullah dan dicintai oleh Allah SWT. Diantara sahabat mulia ada Ali bin Abi Thalib yang paling muda berusia 8 tahun memiliki kecerdasan dan kepiawaian memimpin, Abdullah bin Mas’ud 14 tahun ahli tafsir terkemuka, Sa’ad bin Abi Waqqash 17 tahun panglima yang membebaskan Persia, Jafar bin Abi Thalib 18 tahun sang komandan heroik di perang Mut’ah, Zaid bin Haritsah 20 tahun sang pengumpul wahyu, Utsman bin Affan 20 tahun, Umar bin  Khatab 26 tahun keduanya setelah Rasulullah SAW wafat menjadi khalifah pengganti Rasulullah SAW. Pada masa setelahnya kita mengenal Muhammad Al-Fatih 24 tahun sang penakluk Konstantinopel.

Kita telah melihat pengorbanan para pemuda islam begitu semangat dan gigh dalam menciptakan perubahan serta membela agama Allah.

Namun, potensi pemuda saat ini tengah dibajak oleh Imperialis Barat khususnya para kapitalis yang nampak nyata. Diantaranya para pemuda dibingungkan dan direpotkan dengan urusan ekstremisme, terorisme, radikalisme dan moderasi beragama. Kapitalisme juga telah menghipnotis pemuda Muslim dengan akidah sekuler yang melahirkan gaya hidup liberal. Kapitalisme menularkan virus F4 yaiu Food, Fun, Fashion, dan Film yang menghancurkan identitasnya sebagai khairu ummah. Kapitalisme pun telah membajak potensi pemuda Muslim untuk mengusung ide mereka dengan menjadikan pemuda Muslim hilang jati dirinya atau tidak percaya diri (insecure) dengan identitas dirinya sebagai seorang muslim.

Akhirnya, pemuda Muslim malah menjadi pengekor peradaban barat sehingga jati diri mereka yang sejati telah hilang. Agamanya dihinakan mereka pun diam saja, bahkan malah membantu para kafir penjajah menghalangi kebangkitan Islam.

Dalam hadits riwayat At-tirmidzi no.2416, Rasulullah SAW bersabda:

لاَ تَزُولُ قَدَمُ ابْنِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عِنْدِ رَبِّهِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ خَمْسٍ: عَنْ عُمُرِهِ فِيْمَا أَفْنَاهُ، وَعَنْ شَبَابِهِ فِيْمَا أَبْلَاهُ، وَمَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيْمَا أَنْفَقَهُ، وَمَاذَا عَمِلَ فِيْمَا عَلِمَ

“Telapak kaki seorang hamba tidak akan bergeser pada hari Kiamat sampai ditanya tentang umurnya untuk apa dia habiskan, tentang ilmunya untuk apa dia amalkan, tentang hartanya dari mana dia peroleh dan kemana dia infakkan dan tentang tubuhnya untuk apa dia gunakan?”

Membaca hadits tersebut, Allah memberikan peringatan kepada kita. Bukankah Allah itu sudah memberikan modal kepada kita semua? Dengan fisik yang lengkap dan sempurna. Seperti mata yang bisa melihat, kaki yang bisa berjalan ke mana saja, telinga yang dapat mendengar, dan masih banyak kenikmatan yang lainnya. Allah memberikan kita berbagai kemudahan untuk menyetir diri kita sendiri.

Lantas, apa yang akan kita jawab ketika Allah bertanya kepada kita, “Kau gunakan untuk apa masa mudamu?”

Maka dari itu wahai pemuda muslim kita jadikan masa muda kita sebagai usaha, tujuan, atau pahala jariah untuk menciptakan perubahan menuju apa yang Allah ridhoi di negara ini, agar kelak kita bisa menjawab pertanyaan, “untuk apa kau gunakan masa mudamu saat itu”.

Untuk itu wahai pemuda Muslim jadilah kalian bagian dari perubahan perjuangan Islam kaffah dengan melakukan hal berikut ini:

Pertama, Tanamkan pada Diri Kita yaitu Sifat Akhlaqul Karimah 

Akhlaqul karimah berarti akhlak yang mulia. Ini mencakup sifat-sifat baik seperti kejujuran, tanggung jawab, kesabaran, dan kebijaksanaan. Akhlak mulia ini penting dalam membentuk karakter pemuda yang berintegritas dan bermartabat.

Kita perlu mencontoh Akhlaq yang dimiliki oleh Rasulullah yaitu sidiq, amanah, tablig, fathanah.

1 Shidiq (jujur). Bukan hanya sekedar jujur dalam perkataan, tetapi juga perbuatan sesuai dengan apa yang diucapkan, sehingga menghasilkan sebuah kepercayaan dan setiap yang diucapkan mengandung kebenaran. Karena Allah telah menegaskan bahwa ciri-ciri orang yang beriman adalah jujur dalam setiap ucapan.
2. Amanah (dapat dipercaya). Ketika diberikan sebuah kepercayaan, maka seharusnya dilaksanakan karena amanah merupakan suatu beban yang menjadi tanggung jawab seseorang agar segera ditunaikan.
3. Tabligh (menyampaikan). Rasulullah Saw. sebagai kekasih Allah selalu menyampaikan wahyu Allah dan ayat-ayat Al-qur’an kepada manusia sesuai dengan apa yang diperintahkan. Menyampaikan kebenaran agar dapat menyingkirkan kebohongan. Maka selayaknya sebagai seorang pemuda, harus akhlak Rasulullah tersebut.
4. Fatonah (cerdas). Rasulullah merupakan insan yang memiliki kecerdasan yang luar biasa. Baik dari segi kecerdasan spiritual maupun kecerdasan dari segi intelektual, sehingga dengan kecerdasan tersebut digunakan untuk menjaga hubungan dengan Allah (hablum minallah) dan menjaga dengan hubungan sesama manusia (hablum minannas).

sudah seharusnya pemuda mampu mengimplementasikan akhlaqul karimah agar menunjukkan eksistensi pemuda qur’ani di era revolusi industri ini, dan mampu menjadi pemuda yang memberikan uswatun hasanah sehingga tidak mudah taklid (ikut-ikutan) terhadap sikap dan gaya hidup adat kebaratan. Adanya perbedaan dengan karakter dan budaya ketimuran, membuat kita harus lebih selektif dalam memfilter kebiasaan dan perilaku tersebut agar tidak mudah terpengaruh dengan mindset dan sikap yang sejatinya tidak dianjurkan oleh Rasulullah Saw. sehingga kita bisa menjadi agen perubahan untuk negeri ini.

Kedua, Tekadkan diri kita menjadi mukmin yang kuat (Qowiyuil jismi)

Qowiyul jismi berarti tubuh yang kuat. Kekuatan fisik adalah penunjang penting dalam aktivitas sehari-hari. Pemuda dengan tubuh yang sehat dan bugar memiliki energi dan stamina untuk berkontribusi secara maksimal dalam berbagai bidang.

Muslim itu harus kuat. Seorang muslim harus memiliki kepribadian dan karakter yang menawan. Mengapa?, alasannya sederhana karena itu perintah dari kitabullah dan Rasulullah SAW bersabda: اَلْـمُؤْمِنُ الْقَـوِيُّ خَـيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَـى اللهِ مِنَ الْـمُؤْمِنِ الضَّعِيْفِ وَفِـيْ كُـلٍّ خَـيْـرٌ

“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada Mukmin yang lemah, dan pada keduanya ada kebaikan.” (HR. Muslim)

Dengan itu, mukmin yang kuat lebih ditakuti dari pada mukmin yang lemah tidak punya apa apa, maka  ketika seorang pemuda memiliki fisik yang kuat ia bisa melindingi saudara saudara muslimnya, ia juga siap secara fisik untuk menghadapi berbagai tantangan dan juga mampu menjalankan tugas tugas agamanya dengan lebih baik. Beribadah dengan semangat dengan fisik yang ia miliki dapat membantu dalam menjaga konsentrasi dan stamina selama beribadah. Dalam aktivitas da’wah, pemuda mu’min seringkali memerlukan energi dan kekuatan fisik untuk bepergian, tubuh yang kuat mendukung mereka dalam menjalankan tugas-tugas ini lebih efektif. Menjaga amanah dan menjadi teladan yang baik

Pemuda qowiyul jismi adalah pemuda yang memiliki tubuh yang kuat dan sehat, yang menjaga kesehatan fisiknya melalui pola makan yang seimbang, olahraga rutin, dan istirahat yang cukup. Mereka memiliki stamina yang tinggi untuk menjalani aktivitas sehari-hari, termasuk belajar, bekerja, dan berpartisipasi dalam kegiatan sosial dan olahraga. Dengan kekuatan fisik yang baik, pemuda qowiyul jismi mampu menghadapi tantangan fisik dengan lebih mudah dan memiliki ketahanan yang tinggi terhadap penyakit dan cedera.

Selain itu, pemuda qowiyul jismi juga memiliki keseimbangan mental dan fisik, yang membantu mereka mengelola stres, menjaga pikiran tetap jernih, dan mempertahankan sikap positif. Kesehatan fisik yang baik berpengaruh positif terhadap kesehatan mental, sehingga pemuda dapat menjaga keseimbangan emosi dan menghadapi situasi sulit dengan lebih baik.

Dengan tubuh yang kuat dan sehat, pemuda qowiyul jismi dapat berkontribusi secara maksimal dalam berbagai bidang, baik di sekolah, tempat kerja, maupun dalam kegiatan sosial. Mereka mampu bekerja dengan efisien dan efektif, serta memiliki keberanian dan kemandirian untuk menghadapi tantangan dan mengambil inisiatif dalam berbagai situasi.

Pemuda qowiyul jismi juga dapat menjadi teladan bagi generasi berikutnya, menunjukkan pentingnya menjaga kesehatan dan kebugaran fisik dalam mencapai kesuksesan. Mereka dapat memberikan contoh nyata dalam tindakan sehari-hari, menginspirasi orang lain untuk mengikuti jejak mereka dalam menjaga kesehatan dan kebugaran fisik.

Dengan sinergi antara akhlaqul karimah, yang mencakup nilai-nilai moral seperti kejujuran dan kebijaksanaan, serta qowiyul jismi, yang menekankan kesehatan fisik dan kebugaran, pemuda dapat menjadi agen perubahan yang membawa kebaikan dan kemajuan bagi masyarakat. Mereka siap menghadapi tantangan zaman, berkontribusi positif dalam berbagai bidang, dan menjadi teladan bagi generasi berikutnya dalam menjaga kesehatan dan kebugaran fisik serta menjalani kehidupan dengan integritas dan moral yang tinggi.

Dengan memiliki kedua aspek ini, pemuda qowiyul jismi dapat mengembangkan potensi diri mereka secara optimal, mencapai prestasi akademis, profesional, dan pribadi yang lebih tinggi, serta menjadi pemimpin yang efektif dan beretika yang memberikan arahan yang tepat dan adil, serta menginspirasi orang lain melalui teladan yang baik. Sinergi ini menciptakan pemuda yang unggul dan berdaya saing tinggi, yang siap membawa perubahan positif dalam masyarakat dan dunia.

Wallahu a’lam bisshowab.

Oleh : Muhammad Nabil Thoriq
Mahasiswa STMIK Tazkia
Editor : Red