Berbagai peningkatan indikator makro tersebut juga dipengaruhi Jumlah wisatawan mancanegara yang terus meningkat pasca pandemi, 758.154 orang pada tahun 2022 dan 1.338.874 orang di tahun 2023. Angka tersebut meningkat drastis dari angka 3.103 orang di tahun 2021.

Dengan komitmen Ansar mewujudkan misinya yang kelima, “Mempercepat konektivitas antar pulau dan pembangunan infrastruktur kawasan”, Rasio konektivitas aspek perhubungan di Kepri pada tahun 2023 pun berada di angka 0,60 poin, meningkat dari tahun 2022 di angka 0,56 poin. Kemudian persentase jalan dalam kondisi Mantap sebesar 80,78 persen di tahun 2023, meningkat dari tahun 2022 sebesar 80,78 persen. Lalu dengan program Kepri Terang, rasio elektrifikasi juga terus meningkat, 94,50 persen pada tahun 2021, 96,32 persen pada tahun 2022, dan 97,50 persen pada tahun 2023.

Dijelaskan Ansar, berbagai capaian indicator pembangunan makro di Provinsi Kepri tidak terlepas dari berbagai kebijakan strategis yang sudah diambil oleh Pemerintah Provinsi Kepri selama masa kepemimpinannya di tiga tahun ini.

“Kita semua masyarakat Kepri harus banyak bersyukur karena Kepri ini jadi sorotan daerah lain setelah berbagai prestasi yang kita raih. Dan apapun yang sudah kita capai tidak terlepas dari sejumlah kebijakan strategis yang sudah kita laksanakan selama ini,” kata Ansar.

Adapun sejumlah program strategis unggulan Ansar dan Marlin yang berhasil mendongkrak capaian indikator pembangunan makro Kepri yang dia maksud, diantaranya adalah keberadaan Rumah Singgah di Jakarta dan Batam dengan fasilitas lengkap untuk membantu masyarakat yang akan berobat. Dan ini disediaan gratis untuk seluruh masyarakat Kepri. Kemudian Pemprov kepri juga telah membuka layanan pemasangan ring jantung di RSUD Raja Ahmad Tabib, sehingga masyarakat tidak perlu lagi jauh-jauh berobat ke luar Kepri untuk pemasangan ring jantung. Dan bahkan Pemprov kepri juga telah menjalin kerjasama dengan RS dr. Sarjito Yogyakarta demi pelayanan yang lebih baik di RSUD Raja Ahmad Tabib. Tidak hanya itu, untuk peningkatan layanan Kesehatan lainnya, Pemprov kepri juga membangun Rumah Sakit Khusus Jiwa dan Ketergantungan Obat Tanjung Uban. Untuk masyarakat pesisir, Pemprov Kepri juga memberikan bantuan ambulance laut di Lingga sebanyak dua unit.

Lebih lanjut, Ansar juga ingin agar Tanjungpinang, Ibukota Provinsi Kepri lebih dikenal luas. Untuk itu, berbagai objek penting di Kota Tanjungpinang menjadi prioritas dalam revitaslisasi dalam masa kepemimpinannya. Di antaranya penataan Kota Lama sepanjang Jalan Merdeka – Jalan Tengku Umar sampai ke Gereja Ikonik, Gereja Ayam. Lalu Pulau Penyengat yang kini juga semakin memukau bahkan di malam hari, penataan Jalan Bandara Raja Haji Fisabilillah sebagai pintu masuk ke Ibukota, pembangunan flyover menuju Pusat Pemerintahan Provinsi, penataan ikon kuliner Akau Potong Lembu, penataan Kawasan Gurindam Dua Belas.

“Dalam upaya mempercepat konektivitas antar pulau dan pembangunan infrastruktur Kawasan, pembangunan dan rehabilitasi sarana dan prasarana transportasi, baik jalan, Pelabuhan, bandara, hingga integrasi pelantar untuk fast movement barang dan orang juga menjadi fokus utama kita” sebut Ansar.

Tak hanya mengandalkan APBD, Ansar juga rajin menjemput bola agar dana APBN juga mengalir lebih besar ke Kepri. Terbukti dengan mengucurnya lebih kurang Rp640 miliar dana Instruksi Presiden (Inpres) untuk penanganan jalan dan jembatan ke Kepri. Terbesar kedua setelah Provinsi Lampung.

Ansar pun sadar, Pemda perlu turun tangan dalam membantu masyarakat menghadapi peralihan dari Pandemi Covid-19, menyambut masa pemulihan. Dengan kejeliannya, Ansar meluncurkan Program bantuan modal tanpa bunga (0 persen) bagi pelaku UMKM melalui Bank Riau Kepri Syariah. Per 30 September 2023, sejak awal diluncurkan di tahun 2021 sebanyak 1.100 UMKM telah memanfaatkan program ini dengan jumlah plafond kredit yang terserap mencapai Rp20,72 miliar dan total margin subsidi yang telah ditanggung Pemprov Kepri mencapai Rp1,94 miliar.

“Untuk meningkatkan daya saing dan meringankan beban para pelaku UMKM, manfaatkanlah program ini. Apalagi tahun 2024 ini kita telah mengeluarkan kebijakan untuk menaikkan plafond pinjaman menjadi Rp40 juta dibandingkan Rp20 juta maksimal di tahun lalu. Seluruh bunga ditanggung Pemprov Kepri” ajak Ansar.

Selama 3 tahun kepemimpinannya, ada juga beberapa program strategis rutin setiap tahunnya yang digesa Ansar seperti pembangunan sarana dan prasarana pembelajarann dan bantuan subsidi SPP dan transportasi siswa SMA/SMK/SLB yang merupakan lingkup tanggung jawab Pemprov, Bantuan rumah-rumah ibadah, RT-RW, Posyandu, bantuan pembiayaan BPJS Ketenagakerjaan bagi nelayan, dan bantuan beasiswa bagi mahasiswa S1 dan D3 dengan menggunakan aplikasi.

Dalam setiap kunjuangan kerja nya ke daerah, Ansar selalu menginformasikan kepada masyarakat bahwa ia tidak ingin ada daerah yang masih gelap gulita di antara daerah yang terang benderang. Untuk meminimalkan kesenjangan tersebut, ia punya program unggulan yakni “Kepri Terang” program pengadaan dan penyambungan listrik baru, hingga memperpanjang.

(Red)