“Dahulu setahu saya MABT Kalbar, sekarang berubah menjadi MABT Indonesia. Artinya, harus membangun cabang di seluruh wilayah Indonesia di 38 provinsi. Ini tugas besar dan perlu kerja kolektif,” kata OSO yang juga ketua umum Partai Hanura itu.
Lebih lanjut OSO juga mengingatkan supaya anggaran dasar/anggaran rumah tangga (AD/ART) MABT Indonesia harus berlandaskan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia (UUD NRI) 1945. Hal itu guna menjaga organisasi tetap inklusif dan tidak menimbulkan sekat sosial. “Bilamana itu dipakai, maka tidak akan ada sedikit pun gesekan yang merusak hubungan kita sesama anak bangsa Indonesia,” ungkap mantan ketua DPD RI itu.
Adapun Ria Norsan mengatakan MABT memiliki peran sangat strategis bukan hanya sebagai organisasi pelestari adat dan budaya Tionghoa, tetapi pilar penting menjaga harmonisasi sosial, persatuan serta toleransi antarumat beragama dan antaretnis di Kalbar.
“Kalbar adalah rumah besar bagi keberagaman. Di sini hidup berbagai suku, agama, budaya, dan tradisi yang menyatu dalam semangat kebinekaan,” kata Norsan dalam sambutannya.
Dia menambahkan bahwa dalam konteks ini, MABT hadir sebagai kekuatan sosial yang memperkuat nilai-nilai persaudaraan, saling menghormati dan hidup berdampingan secara damai. “Ini merupakan modal sosial yang sangat penting bagi stabilitas daerah dan berkelanjutan pembangunan,” ungkap Norsan.
Gubernur mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus MABT Indonesia yang baru dilantik. “Semoga dapat mengemban amanah dengan sebaik-baiknya dan dapat menjaga kebersamaan di dalam membangun Kalimantan Barat,” katanya.
Mantan bupati Mempawah dua periode itu pun mengajak semua untuk bersama-sama menjaga Kalimantan Barat sebagai rumah besar semua. “Mari bersatu untuk menjaga Kalimantan Barat ini yang kita cintai, mari pelihara, jaga, rawat Kalimantan Barat Saya yakin dan haqqul yakin kalau kita bersatu, insyaallah semua akan bisa kita wujudkan,” ungkapnya.
Suyanto Tanjung dalam kesempatan itu menyampaikan rasa bangga dan syukur karena pelantikan MABT Indonesia dilakukan langsung oleh OSO. “Sejak danulu, beliau menjalin hubungan sangat baik dengan sesepuh kami dan semua etnis di Kalbar,” katanya.
Tanjung yang juga anggota DPRD Provinsi Kalbar ini menambahkan bahwa OSO memiliki jasa besar dalam membina masyarakat etnis Tionghoa, baik itu di bidang usaha, pendidikan, maupun politik.
“Beliau orang yang sangat menghargai keberagaman, makanya sudah tepat MABT Indonesia memberi penghargaan dengan mengangkat beliau sebagai ketua Dewan Kehormatan MABT Indonesia,” ungkapnya./Red.

