TERBAIKNEWS.com | Beredar statement Walikota Batam, Muhammad Rudi terhadap Wakil Walikota, H. Amsakar Achmad, S. Sos, M. Si yang sudah lebih sebulan tidak mendapat informasi kegiatan di Pemko Batam dan tidak lagi mendapat pendampingan protokoler. Batam (29/6/2023).

Muhammad Rudi menyampaikan bahwa selama ini tidak pernah membicarakan tentang persoalan yang ada di internal Pemerintah Kota Batam.

“Perihal didampingi protokol atau tidak, itu melihat acara yang dihadiri. Jika urusan pemerintahan, akan disampaikan undangannya, selanjutnya akan didisposisikan. Sehingga semua acara yang ditujukan kepada Pemko Batam bisa tercatat,” kata Rudi.

Dalam pernyataan Muhammad Rudi di video yang tersebar di salah satu grup yang berdurasi 1 menit 59 detik, diduga dengan sombongnya dikatakan bahwa jika mau kerja, datanglah ke kantor, menghadap ke saya, saya berikan kerja.

Saat ditanya sejumlah tim media terkait kurang koordinasi, Muhammad Rudi enggan untuk menjawab hal tersebut.

Sebagaimana diketahui dalam video yang tersebar beberapa hari yang lalu, Wakil Walikota Batam, H. Amsakar Achmad yang menyampaikan bahwa selama 5 atau 6 Minggu yang lalu sudah tidak pernah lagi dilibatkan dalam kegiatan Pemerintah Kota Batam.

Parahnya, dari sumber informasi yang dihimpun media terbaiknews.com disampaikan bahwa Protokoler telah dicabut dan bahkan ajudan Wakil Walikota Batam telah dikeluarkan dari grup pimpinan.

Ditambah lagi dengan statement Kabag (Kepala Bagian) Hukum Pemko Batam yang diduga gagal paham terkait hak protokoler.

Menurut Ismail Ratusimbangan selaku Ketua aliansi LSM Ormas Peduli Kepri kepada media mengatakan, terkait polemik menyangkut protokol Walikota Batam dan Wakil Walikota Batam, kejadian ini sangat memalukan sekali.

“Ini sama terkait seperti persoalan antara Gubernur dan Wakil Gubernur yang pernah terjadi,” pungkasnya.

“Mengingat Walikota dan Wakil Walikota adalah pejabat publik tentu publik yang menilai. Sejatinya Walikota Batam tidak perlu membela diri, memang polemik terjadi setelah issue berkembang untuk kepentingan pencalonan Pilkada 2024,” lanjut Ismail.

Ditambahkan Ismail, yang lucunya ini terjadi keributan antara satu Partai (internal), kita tidak ada kepentingan dari masalah ini, tetapi kita minta Walikota Batam introspeksi diri, jujur kenapa saya harus bicara, sebab dari menjadi Wakil Walikota Batam pada saat Achmad Dahlan dulu sampai Pilkada terakhir.

“Tetapi dengan kejadian begitu banyak bohongnya, mana mungkin kita ikuti terus, sebab kita dukung selama ini tidak pernah meminta apapun, apalagi sampai jual muka,” cetusnya Ismail mengakhiri.

(Red)