Dewan Pimpinan Daerah (DPW) Partai NasDem Kepri menyampaikan sikap terkait dengan visualisasi sampul majalah Tempo yang dinilai merendahkan martabat Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh,
di Kantor Sekretariat, Batam Center, Kota Batam, pada Rabu (15/04).

Di Kepri, penolakan itu datang dari beberapa kader NasDem, termasuk yang duduk di kursi legislatif, seperti Suhadi anggota DPRD Kepri, Waka III DPRD Kepri Tengku Afrizal Dahlan, Arlon Veristo dan kader lainnya.

Sekretaris DPW NasDem Kepri, Endang Dewi Socowati, mengatakan bahwa pihaknya tidak mempermasalahkan dinamika pemberitaan politik. Namun, ilustrasi pada sampul majalah tersebut dinilai telah menimbulkan ketersinggungan di kalangan kader dan simpatisan.

“Kami melihat ini bukan sekadar dinamika politik biasa. Visual di sampul itu menimbulkan persepsi yang tidak baik dan dianggap merendahkan ketua umum kami,” kata Endang di Batam, Rabu.

Menurut dia, reaksi kader di daerah merupakan bentuk kepedulian terhadap marwah partai. Karena itu, DPW NasDem Kepri menggelar forum untuk menampung aspirasi kader sekaligus mencegah berkembangnya penafsiran yang beragam.

Ia menegaskan, kegiatan tersebut juga merupakan bagian dari respons atas aksi yang sebelumnya digelar kader di Jakarta pada 14 April 2026 lalu.

Dalam pernyataan sikapnya, kader NasDem se-Kepulauan Riau menyampaikan enam poin, di antaranya mengecam pemberitaan dan visualisasi yang dinilai tidak mencerminkan etika jurnalistik yang berimbang, serta berpotensi merendahkan tokoh bangsa.

Kader juga mengapresiasi aksi protes yang dilakukan di kantor Tempo sebagai bentuk kepedulian terhadap partai. Meski demikian, NasDem Kepri menyatakan menerima permohonan maaf dari pihak media dan berharap kejadian tersebut menjadi pembelajaran bersama.

Selain itu, kader diminta tetap tenang, tidak terpancing emosi, serta menjaga soliditas dan nilai-nilai demokrasi.

Dewi menegaskan bahwa situasi ini tidak melemahkan partai, melainkan justru memperkuat konsolidasi internal di seluruh tingkatan.

“Ini tidak membuat kami lemah. Justru semakin memperkuat solidaritas kader dari DPW hingga tingkat bawah,” ujarnya.

NasDem Kepri juga mendorong insan pers untuk tetap menjaga independensi, objektivitas, dan integritas dalam menjalankan fungsi kontrol sosial tanpa menyajikan narasi yang provokatif.

Di sisi lain, pihaknya memastikan hubungan dengan media secara umum tetap berjalan baik, dan respons yang disampaikan merupakan reaksi terhadap satu produk jurnalistik, bukan terhadap pers secara keseluruhan.

“Kami tetap menghormati kebebasan pers, tetapi kebebasan itu juga memiliki batas, yakni harus berlandaskan data dan etika jurnalistik,” kata Endang./Red.