Ia menegaskan bahwa Gerakan Indonesia ASRI tidak sekadar agenda rutin, melainkan gerakan kolaboratif berskala besar untuk mewujudkan Batam ASRI (Aman, Sehat, Rapi, dan Indah). Karena itu, pelaksanaan gotong royong akan melibatkan berbagai unsur lintas sektor.

“Kami memperkirakan sekitar 1.000 hingga 1.500 personel gabungan akan dikerahkan, terdiri atas jajaran Pemko Batam, TNI, Polri, serta partisipasi aktif masyarakat. Fokus kegiatan adalah normalisasi saluran drainase primer dan sekunder di sekitar Simpang K-Square yang selama ini kerap mengalami pendangkalan,” jelasnya.

Melalui gerakan tersebut, Pemko Batam berharap kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, khususnya tidak membuang sampah ke saluran air, dapat terus meningkat.

“Kami mengajak seluruh warga untuk berpartisipasi. Pembangunan infrastruktur yang pesat di Batam harus diiringi dengan budaya hidup bersih yang kuat. Mari kita sukseskan aksi gotong royong ini demi kenyamanan dan keselamatan bersama,” pungkas Rudi./Red.