Blusukan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke Pasar dan Sawah menuai kritik keras dari Forum Jamsos Pekerja dan Buruh. Menurut mereka, rakyat butuh 19 juta lapangan kerja yang dijanjikan, bukan blusukan yang tidak penting.

Kritik pedas itu disampaikan Koordinator Forum Jamsos, HM.Jusuf Rizal menjawab pertanyaan media di Jakarta usai melaksanakan diskusi Serap Aspirasi Pekerja dan Buruh dalam rangka memberikan konsep Revisi UU Ketenagakerjaan.

Sebagaimana dimuat dalam berbagai liputan media, Wapres Gibran Rakabuming kerap blusukan ke Pasar-Pasar serta ke sawah. Menurut Gibran itu dilakukan dalam rangka serap aspirasi masyarakat.

“Sekarang ini model-model demikian atas nama serap aspirasi, tidak efektif karena permasalahan Pasar dan Sawah itu belum berubah. Yang diperlukan rakyat saat ini lowongan kerja 19 juta seperti yang dijanjikan waktu kampanye. Itu lebih penting,” tegas Jusuf Rizal, pria berdarah Madura-Batak itu kepada media ini pada Jum’at (18/07).

Menurut aktivis pekerja buruh dan Ketum Federasi Serikat Pekerja Transport Seluruh Indonesia (FSPTSI)-KSPSI itu, ia memberi masukan agar Wapres Gibran stop gaya blusukan pencitraan. Seharusnya Wapres Gibran fokus bagaimana merealisasi janji penyediaan 19 juta lapangan kerja baru, mengingat saat ini pekerja dan buruh, juga sudah banyak limbung akibat PHK (Pemutusan Hubungan Kerja)