Anak-anak di Nias memiliki mimpi dan potensi yang sama dengan anak-anak di kota besar, namun mereka dipaksa bersaing dalam kondisi yang tidak adil.
Lebih jauh, ketika sebagian sekolah di perkotaan sudah berbasis teknologi modern, banyak sekolah di Nias masih berjuang dengan ruang kelas rusak, akses internet yang terbatas, bahkan kekurangan buku pelajaran.
Dan yang lebih memprihatinkan adalah sikap apatis pemerintah terhadap realitas tersebut. Pendidikan sering dijadikan slogan politik, tetapi implementasinya jauh dari harapan masyarakat,”
Negara seharusnya memahami bahwa pendidikan bukan sekadar program, melainkan hak dasar setiap warga negara sebagaimana dijamin dalam konstitusi.
Jika akses menuju sekolah saja masih menjadi persoalan, maka yang sedang dipertanyakan bukan hanya kualitas pendidikan, tetapi juga keseriusan negara dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
Nias tidak membutuhkan simpati sesaat. Nias membutuhkan keberpihakan nyata melalui pembangunan infrastruktur, pemerataan guru, fasilitas pendidikan yang layak, dan kebijakan yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
Sebab selama pendidikan di daerah terpencil masih dipandang sebelah mata, maka selama itu pula keadilan sosial hanya akan menjadi slogan tanpa kenyataan.
Sumber : Deseri Harefa, Ketua Umum DPP Gerakan Mahasiswa Nias Nusantara
Editor : Red.

