Komitmen menjadikan ekonomi kreatif sebagai kekuatan pembangunan daerah ditegaskan dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) I DPW Gekrafs (Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional) Kepulauan Riau yang digelar di Beverly Hotel Batam, Sabtu (14/02).

Kegiatan ini menjadi forum evaluasi, konsolidasi organisasi, sekaligus merumuskan arah strategis dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di wilayah Kepri.

Ketua Organizing Committee, Rizki Ramadhani, menyampaikan apresiasi atas dukungan semua pihak yang telah berkontribusi menyukseskan Muswil perdana tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia, pengurus, peserta, dan para mitra yang telah berpartisipasi. Tanpa kolaborasi ini, Muswil tidak akan terlaksana dengan baik. Semoga pertemuan ini melahirkan gagasan baru dan memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Kepulauan Riau,” ujarnya.

Forum Musyawarah Berbasis Persatuan
Wakil Ketua Harian DPP Gekrafs, Noval Abuzarr, yang hadir mewakili Ketua Umum Kawendra Lukistian, juga menyampaikan salam sekaligus apresiasi atas terselenggaranya Muswil I di Kepri.

“Kami dari DPP mengucapkan terima kasih dan penghargaan atas kerja keras DPW Gekrafs Kepri sehingga Muswil ini dapat terlaksana. Ini menunjukkan semangat kebersamaan dalam membangun organisasi,” katanya.

Noval menegaskan bahwa Muswil merupakan forum demokratis yang mengedepankan musyawarah mufakat sebagai dasar pengambilan keputusan.

“Yang membedakan Gekrafs dengan organisasi lain adalah kami menggunakan azas sila ketiga, persatuan. Tidak memakai sistem one man one vote. Semua diputuskan melalui musyawarah. Jika terjadi deadlock, DPP akan mengambil peran agar roda organisasi tetap berjalan,” jelasnya.

Ia juga memberikan apresiasi terhadap kepemimpinan Ketua DPW periode 2021–2026, Stephane Gerald Martogi Siburian, yang dinilai berhasil menggerakkan organisasi secara aktif dan produktif.

Laporan 77 Kegiatan Selama Periode Kepemimpinan
Dalam laporan pertanggungjawabannya, Stephane memaparkan bahwa selama masa kepemimpinannya, Gekrafs Kepri telah melaksanakan 77 kegiatan yang melibatkan pelaku UMKM, komunitas kreatif, hingga kolaborasi lintas sektor.

Program-program tersebut mencakup penguatan kapasitas pelaku usaha, promosi produk kreatif, diskusi branding, hingga jejaring kemitraan.