“Tugas utama Sekretariat DPRD tentu saja mendukung dan memfasilitasi pelaksanaan tugas-tugas kedewanan. Kami sangat terbantu dengan sistem kerja berbasis teknologi informasi atau e-governance dengan membuat sejumlah aplikasi seperti e-SPPD dan e-Tamu,” ungkap Ridwan.
Beliau juga menjelaskan, digitalisasi administrasi memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan. Selain membuat proses kerja lebih efisien, sistem tersebut juga mampu meminimalisasi kesalahan dalam penyusunan administrasi pertanggungjawaban penggunaan anggaran.
Ridwan mengungkapkan, selama tiga tahun menjabat sebagai Sekretaris DPRD Kota Batam, tingkat kekeliruan dalam penyusunan administrasi berhasil ditekan berkat pemanfaatan teknologi informasi. Selain itu, penggunaan sistem digital juga dinilai mampu mengurangi risiko kehilangan maupun kerusakan dokumen karena seluruh data tersimpan secara lebih aman dan terdokumentasi dengan baik.
Sesi diskusi berlangsung interaktif. Para peserta Stula PKA mengajukan berbagai pertanyaan mengenai tantangan yang dihadapi dalam menjalankan tugas dan fungsi organisasi pemerintahan, termasuk strategi membangun sinergi dengan berbagai pihak. Menanggapi hal tersebut, Ridwan menegaskan bahwa keberhasilan menjalankan tugas sebagai administrator tidak terlepas dari pentingnya komunikasi dan koordinasi yang baik, baik dengan pimpinan, anggota DPRD maupun seluruh jajaran pegawai.
“Dengan komunikasi yang terbuka dan koordinasi yang baik, setiap permasalahan akan dapat dicarikan jalan keluarnya,” tegas Ridwan.
Melalui kunjungan kerja ini diharapkan terjalin hubungaSekwan DPRD Batam menerima peserta Studi Lapangan PKA Sumatera Selatan untuk berbagi inovasi tata kelola pemerintahan berbasis digital.n yang semakin baik antarlembaga sekaligus menjadi wadah bertukar pengalaman dan inovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik serta tata kelola pemerintahan yang efektif, akuntabel, dan berbasis teknologi informasi. Pertumuan ditutup dengan penyerahan cinderamata dan foto bersama./Red.

