“Dukungan DPRD dalam mengatasi persoalan ini diwujudkan melalui pengesahan anggaran dan pembentukan peraturan daerah terkait, agar penanggulangan banjir dan masalah sampah dapat dilaksanakan dengan landasan hukum yang jelas dan anggaran yang tersedia. Kita juga melakukan pengawasan serta mendorong dinas terkait untuk mempercepat pelaksanaan program-program yang berkaitan dengan permasalahan ini,” tegas Kamaluddin.

Beliau juga menambahkan, komisi-komisi di DPRD telah beberapa kali memediasi pengaduan masyarakat terkait penanggulangan banjir, pengelolaan sampah, dan pelayanan air bersih. DPRD, kata dia, selalu membuka diri atas masukan dari semua pihak dan elemen masyarakat untuk kemudian dikomunikasikan dengan pemerintah kota agar pembangunan selaras dengan harapan warga.

“Kita melihat Pak Amsakar dan Bu Li Claudia Chandra sudah berupaya mengatasi berbagai persoalan ini, bukan saja melalui dinas terkait, tetapi juga turun langsung bersama kita seperti meluncurkan gerakan goro massal Batam Asri 2026. Beberapa capaian lain tentu sangat kita apresiasi, seperti pertumbuhan ekonomi, peningkatan investasi, dan pengentasan kemiskinan,” ungkap Kamaluddin.

Dialog interaktif tersebut diharapkan menjadi wadah komunikasi antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat untuk memperkuat sinergi dalam pembangunan Kota Batam ke depan./Red.