Beredar sebuah video tentang seorang ayah dari korban penganiayaan bocah 10 tahun di Pulau Nias.

Video yang berdurasi 6 menit 31 detik tersebut di posting oleh akun facebook milik @tobel, akun kretator digital, pada Minggu (02/02), sekitar dini hari WIB.

Dalam narasi video yang berbahasa daerah (Nias) tersebut, si ayah korban menjelaskan tentang kesehatan anaknya waktu masih bersamanya dan istrinya. Ia menyebutkan bahwa anaknya yang sedang viral saat ini, yang berinisial NN itu, tidak ada cacat sama sekali.

“Awalnya saya mengalami kecelakaan jatuh dari pohon kelapa sehingga mengakibatkan tubuhnya menjadi cacat,” ucap ayah korban NN.

Dengan kejadian tersebut, orang tua dari ayahnya si NN (nenek NN) menjemput mereka di lokasi tempat tinggalnya di Hinako ke kampung halamannya. Setelah sampai di rumah, dia mengatakan bahwa anaknya NN itu belum terkena sakit, melainkan sehat-sehat bahkan anaknya bisa berlarian di lantai.

Beliau juga menjelaskan bahwa dirinya adalah bapak NN, nama waktu kecil, Yarman Ndruru. Ia juga beberapa kali meyakinkan bahwa yang viral itu anaknya.

Setelah sampai di kampung halaman, istrinya, ibu kandung NN melarikan diri dari suaminya yang dalam keadaan masih sakit cacat. Berikutnya, istri beliau ini juga membawa anaknya.

“Dan pada waktu istrinya melarikan diri anaknya tidak cacat atau sakit. Selang kejadian tersebut, sekitar seminggu sesudah istrinya melarikan diri, tidak ada sama sekali kabar keberadaan istrinya,” terangnya.

Sekira bulan Januari (entah tahun brapa, beliau tdk menjelaskan), orang tuanya (kakek NN) menjemput istrinya dan anaknya NN di pelabuhan kapal. Namun, hanya orang tua anak NN yang berhasil di bawa ke rumah, yang di ambil dari istrinya. Dan mulai saat itu juga, tak pernah lagi ada kabar istrinya.

“Nama asli kecil istri saya itu adalah Yuliba Giawa. Karena sudah mulai pulih, pada tahun 2019, saya merantau dan berniat membawa anakku, tapi tidak diperbolehkan oleh orang tua (kakek dan nenek NN). Bahkan, saat itu kami cekcok yang lumayan besar, gara-gara hal demikian. Akhirnya, saya serahkan lah anakku NN itu ke orang tua di umur 3 tahun dalam keadaan sehat,” tutupnya dalam video tersebut.

Sementara itu, Polres Nias Selatan dalam konferensi pers pada Sabtu (01/02), mengklarifikasi bahwa dugaan patah tulang kaki yang sempat viral di media sosial tidak benar. Hasil pemeriksaan radiologi menunjukkan bahwa kondisi fisik korban merupakan kelainan bawaan sejak lahir, bukan akibat penganiayaan.

“Berdasarkan hasil rontgen, tidak ditemukan patah tulang akibat kekerasan. Hanya ada lebam 3 cm di paha kiri korban,” jelas Kapolres Nias Selatan, AKBP Ferry Mulyana.

Hingga berita ini diterbitkan, tim media ini terus menggali informasi yang valid dan semakin akurat tentang kasus penganiayaan bocah 10 tahun di pulau Nias yang sedang viral saat ini./Red.