Sahabat,
Dalam Mazmur 19:8 (TB) Titah TUHAN itu tepat, menyukakan hati; perintah TUHAN itu murni, membuat mata bercahaya.
Firman Tuhan di atas adalah penghantar bagi kita semua yang sudah memiliki Roh Allah dalam hidupnya untuk dengan sungguh – sungguh, radikal, akurat, konsisten dan setia menyampaikan kabar baik, dimana pun kita berada, dan kepada siapa pun Tuhan izinkan kita menyampaikannya karena di akhir zaman ini, berita atau kabar yang dibuat-buat, kabar yang konon katanya lebih menarik hati manusia (semoga gereja tidak termasuk didalamnya), yang ibarat gosip, semakin digosok semakin sip, bahkan istilah kekiniannya yakni Hoaks lebih viral daripada kabar baik.
Tapi kita tidak boleh menyerah karena jika tidak maka akan semakin banyak orang yang*terperosok kedalam ketidakbenaran*
Tugas kita sekarang adalah bagaimana lewat buah kehidupan kita kabar baik akan menjadi kerinduan banyak orang, karena mereka butuh orang-orang yang berani untuk*berpedoman* pada
2 Timotius 3:16 (TB) Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.
Permasalahannya pewarta kabar baik masih lebih sedikit daripada pewarta hoax, padahal tegas dikatakan di Roma 8:19 (TB) Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan.
Jadi ayolah, kita semua menyala tetapkan target Injil harus lebih viral daripada Hoax; dan kitalah yang terlibat didalamnya.
Saya pun berusaha mengimplementasikan lewat kehidupan pelayanan saya, 5-16 Juni saya akan mengadakan Mission Trip ke Manado – Palu & Poso, kiranya sahabat juga tergugah dengan hal ini, dan lewat pemberitaan, kabar baik yang kita lakukan dalam bentuk dan versi kita masing-masing, maka nama Tuhan ditinggikan dan akan banyak jiwa dituai dan dimenangkan.
Sahabat,
Ketika kita mengalami anugrah keselamatan, Tuhan mau agar kita tidak berhenti pada keselamatan saja!
Kita harus menyadari bahwa Dia telah memilih, menguduskan dan menjadikan kita umat kepunyaan – Nya, agar kita menceritakan perbuatan Tuhan yang besar, yang telah memanggil kita dari gelap menuju terang – Nya yang ajaib.Dengan kata lain, mari melaksanakan amanat agung dengan setia dan tanpa pamrih karena kita memperolehnya pun dengan cuma – cuma (Baca Matius 28:18-20).
Memang, untuk menyampaikan kabar baik, tidaklah mudah ada harga yg harus dibayar, ada resistensi yang harus diterima, tetap berhati hamba saat saat ada jiwa yang dimenangkan, tapi percayalah semakin kita mengerjakannya dan menjadikan seperti Yohanes 3:30 (TB) “Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil. Sebagai Rhema, Dia akan terus memperluas daerah jangkauan kita untuk menjangkau jiwa-jiwa (renungkan Kisah Para Rasul 1:8).
Dan ini catatan buat kita untuk menyampaikan kabar baik:
1. Berpikir besar dan bertindak besar karena kita punya Allah Maha Besar.
2. Berhati hamba bermental Kerajaan.
3. Kabar baik itu sebuah kepastian bukan katanya dan bukan sekedar omon – omon.
4. Setia karena setia itu mahal dan tidak mungkin dilakoni oleh orang-orang murahan.
Pun ketika saya akan melakukan itu dengan melakukan Mission Trip dari tgl 5 – 16 Juni 2024 ke Manado – Palu – Poso catatan diatas saya jadikan sebagai catatan khusus buat saya, karena dengan itu saya tidak akan pernah bosan, tidak pernah kapok untuk melayani Raja diatas segala raja.
Editor : Red
Penulis : Pdt. Iskandar Dachi

