Sahabat,
Ketika kita mengalami anugrah keselamatan, Tuhan mau agar kita tidak berhenti pada keselamatan saja!
Kita harus menyadari bahwa Dia telah memilih, menguduskan dan menjadikan kita umat kepunyaan – Nya, agar kita menceritakan perbuatan Tuhan yang besar, yang telah memanggil kita dari gelap menuju terang – Nya yang ajaib.Dengan kata lain, mari melaksanakan amanat agung dengan setia dan tanpa pamrih karena kita memperolehnya pun dengan cuma – cuma (Baca Matius 28:18-20).
Memang, untuk menyampaikan kabar baik, tidaklah mudah ada harga yg harus dibayar, ada resistensi yang harus diterima, tetap berhati hamba saat saat ada jiwa yang dimenangkan, tapi percayalah semakin kita mengerjakannya dan menjadikan seperti Yohanes 3:30 (TB) “Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil. Sebagai Rhema, Dia akan terus memperluas daerah jangkauan kita untuk menjangkau jiwa-jiwa (renungkan Kisah Para Rasul 1:8).
Dan ini catatan buat kita untuk menyampaikan kabar baik:
1. Berpikir besar dan bertindak besar karena kita punya Allah Maha Besar.
2. Berhati hamba bermental Kerajaan.
3. Kabar baik itu sebuah kepastian bukan katanya dan bukan sekedar omon – omon.
4. Setia karena setia itu mahal dan tidak mungkin dilakoni oleh orang-orang murahan.
Pun ketika saya akan melakukan itu dengan melakukan Mission Trip dari tgl 5 – 16 Juni 2024 ke Manado – Palu – Poso catatan diatas saya jadikan sebagai catatan khusus buat saya, karena dengan itu saya tidak akan pernah bosan, tidak pernah kapok untuk melayani Raja diatas segala raja.
Editor : Red
Penulis : Pdt. Iskandar Dachi

