Sahabat,
Orang Kristen yang bertanggung jawab akan melaksanakan kewajibannya dengan sungguh – sungguh.

Kalau melakukan kesalahan, dia berani mengakuinya. Ketika mengalami kegagalan, tidak mencari kambing hitam untuk disalahkan. Bahkan kalau merasa kecewa dan sakit hati, tidak menyalahkan siapapun.

Dia menyadari bahwa dirinya sendiri yang bertanggung jawab atas apapun yang dialaminya dan dirasakannya.

Dalam keluarga:
Seorang suami sadar dia adalah imam, nabi dan raja dalam keluarganya dan melakoninya dengan serius dan sungguh-sungguh.
Seorang istri menyadari dia adalah tiang doa bagi keluarganya dan melakukannya dengan sepenuh hati.
Seorang anak tahu diri untuk melanjutkan kehidupannya sesudah menerima pembekalan dari orang tuanya, secara khusus pendidikan dan tidak lagi bergantung pada orang tua.

Dalam pelayanan :
Seorang pelayan, apa pun jabatannya, Gembala dan seterusnya, melaksanakan tugas pelayanan bukan untuk menyenangkan manusia tapi untuk menjadi hormat kemuliaan nama Tuhan. Tidak ada gembala atau pelayan upahan semua melayani bukan karena PK (Persembahan Kasih) tapi karena PK (Punya Kasih)

Dalam market place :
Bermain curang dan praktek tipa tipu adalah haram karena mereka tahu berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya, tapi dengan satu prinsip : ‘Do your best let God do the rest’, artinya lakukan yang terbaik dan percayakan sisanya kepada Tuhan.

Dari semua itu bisa terlaksana karena hidup dalam kebenaran Firman Tuhan setiap saat dan waktu, sebagaimana dalam Kolose 2:7 dikatakan bahwa ‘Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpag dengan syukur’.

Sumber : Pdt. Iskandar Dachi
Editor : Red