SMA Negeri 18 Kota Batam mendatap soroton dari media massa berbasis online. Kali ini, muncul bahwa di sekolah tersebut terkonfirmasi bahwa kekurangan guru sebanyak 4 (empat) orang.
Dari hasil konfirmasi media ini kepada Ketua Komite SMA Negeri 18 Kota Batam, Kuswanto membenarkan hal itu. Bahkan, pihaknya telah mengusulkan rencana untuk merekrut sebanyak 4 orang guru.
“Ya Bang, di SMA Negeri 18 itu kekurangan sebanyak 4 guru. Penyebabnya, karena sebagian guru telah dirumahkan karena masih guru honorer. Dirumahkan, karena bertentangan dengan Menperda yang berlaku terkait gaji honorer, ” ungkap Kuswanto saat dikonfirmasi pada Senin (09/02), sekira pukul 13.27 WIB.
Kuswanto menerangkan bahwa pihaknya telah menggelar rapat pada 31 Januari 2026. Dari hasil rapat itu disebutkan, dengan adanya kekurangan tenaga pendidik di SMAN 18 Kota Batam, orang tua murid sepakat untuk berkontribusi dalam melengkapi tenaga pendidik di lingkungan SMAN 18 Kota Batam. Sementara, yang hadir hanya 68 peserta.
“Orang Tua Murid dari perwakilan kelas X, Kelas XI dan Kelas XII sepakat untuk bergotong Royong sumbangan suka rela yang besarannya minimal Rp.25.000 / Bulan untuk setiap Siswa dan orang Tua Murid Sepakat untuk mempekerjakan atau mencari tenaga pendidik sebanyak 3 orang dengan gaji masing-masing Rp. 4.000.000 / Bulan,” bunyi dari poin berikut di dalam surat tersebut.
Sementara itu, salah satu orang tua murid SMA Negeri 18 Kota Batam saat dimintai keterangannya, ia merasa keberatan dengan hasil rapat dan musyawarah yang dibuat.
“Secara prosedur, saya keberatan karena yang dihadiri hanya 68 orang peserta dan disebutkan di dalam surat itu sumbangan suka rela, namun dipatok minimal 25 ribu/bulan. Kalau dikalikan per siswa, yang hampir seribuan siswa, maka dana yang dipungut hampir mencapai 25 juta/bulan,” jelas orang tua murid yang enggan disebutkan namanya itu.
Namun, hal tersebut masih belum terindikasi apakah ini dikatakan pungutan liar (pungli) atau tidak. Saat media ini melakukan konfirmasi sampai ketiga kali kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Andi Agung masih belum merespon yang terkesan bungkam, hanya membaca konfirmasi media ini. Redaksi media ini juga masih terus berupaya melakukan konfirmasi kepada Kepala SMA Negeri 18 Kota Batam./Red.

