Berbagai cerita baik telah banyak muncul dari peserta didik dan alumni program PKW Tekun Tenun dan Kriya di berbagai daerah yang mendapatkan manfaat dari pembelajaran yang telah mereka lalui, salah satunya ialah Monika Situmorang. Monika adalah lulusan PKW Tekun Tenun dan Kriya tahun 2022 asal Kabupaten Samosir, Provinsi Sumatera Utara.

Monika mengatakan bahwa mengikuti program PKW Tekun Tenun dan Kriya adalah untuk mendapatkan ilmu.

“Dalam 32 hari pembelajaran PKW di Dekranasda Parbaba, Samosir, saya telah mampu menenun sendiri, tidak perlu mengupah orang lain untuk mengajari saya. Dulu, saya selalu mengharapkan orang tua menghidupi kebutuhan saya setiap harinya. Sekarang, berkat menenun, saya sudah bisa menggantikannya,” ucapnya.

Lebih lanjut, Monika yang telah memulai bisnisnya dengan nama Bamboo Tenun mengungkapkan bahwa saat ini dirinya sudah memiliki penghasilan yang lumayan.

“Saya menerima pesanan setiap hari, sampai saya harus mempekerjakan saudara-saudara saya sebagai karyawan,” ujar Monika.

Tidak hanya itu, Monika mengungkapkan bahwa dirinya saat ini telah menyediakan tempat belajar tenun tanpa menerima upah dengan ikhlas. Monika berharap bahwa mereka yang tidak punya pekerjaan dapat merasakan bahwa menenun bisa memenuhi kebutuhan hidup mereka.

Sementara itu, Aninda Risdianti, lulusan PKW tahun 2022 asal Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyampaikan bahwa keahliannya menenun didapatkan secara turun-temurun dari keluarganya. Ia menambahkan, setelah lulus SMA di Mengilok, Lombok Tengah, dirinya hanya memilik kemampuan menenun yang terbatas.

“Sampai akhirnya di tahun 2022, saya mendaftarkan diri menjadi peserta program PKW Tekun Tenun dan Kriya yang diadakan oleh Kemendikbudristek bekerja sama dengan Dekranas dan Dekarnasda NTB. Saya kini menjadi jauh lebih terampil menenun,” kata Aninda dengan bangga.

Aninda menambahkan, bahwa dirinya saat ini sudah berani mengkoordinir teman-teman peserta PKW angkatannya untuk menjadi wirausaha. “Sebagai penghasil tenun, Kami yang tergabung dalam kelompok munigarim dengan bimbingan Dekranasda NTB pun sudah mulai menjalin kerja sama dengan pihak lain,” tuturnya.

Pada pameran kali ini, stan Kemendikbudristek menampilkan karya peserta didik program PKW Tekun Tenun dan Kriya dari Provinsi Sumatera Utara dan Nusa Tenggara Barat, serta karya 8 SMK yaitu SMKN 4 Kupang, SMKN 9 Surakarta, SMKN 1 Kalasan, SMKN 1 Dlinggo, SMKN 5 Yogyakarta, SMKN 2 Jepara, SMKN 5 Mataram, dan SMKN 1 Berastagi dipamerkan. Hasil karya yang dipamerkan menggambarkan kepiawaian para peserta didik yang telah mengikuti program PKW hasil kerja sama Kemendikbudristek dengan Dekranas.

Editor : Red
Sumber : Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi