Prabowo lantas berdoa kepada Allah SWT, meminta supaya dirinya dan Gibran diberikan kekuatan dalam menerima mandat dari rakyat jika terpilih sebagai presiden dan wakil presiden selanjutnya.
“Saya berdoa kepada Yang Maha Kuasa. Saya berdoa kehadirat Allah SWT, Tuhan Maha Besar. Tuhan Maha Kuasa. Hanya kepada-Mu lah kami berdoa. Hanya kepada-Mu lah kami meminta tolong,” ujar Prabowo. “Ya Allah, berilah kekuatan kepada kami agar kami kuat terima amanat dari rakyat Indonesia. Agar kami memiliki kemampuan kearifan, kecerdasan, keberanian, kejujuran, keikhlasan untuk melindungi rakyat Indonesia. Untuk menghilangkan kemiskinan dari bumi Indonesia,” katanya lagi. Dalam pidatonya, Prabowo juga kembali menyinggung program makan siang dan susu gratis yang jadi unggulannya bersama Gibran. Menurut Prabowo, jika ada yang menilai program makan siang untuk anak-anak tidak penting, maka orang tersebut tidak waras.
“Kita akan kasih makan siang untuk semua anak-anak Indonesia. Yang tidak setuju mungkin sebaiknya belajar lagi, yang tidak setuju anak-anak Indonesia dikasih makan siang kebangetan,” ujar Prabowo.
“Saudara-saudara sekalian, yang mengatakan makan untuk anak-anak kita tidak penting menurut saya bukan orang yang waras, bukan orang yang cinta Tanah Air,” lanjutnya. Prabowo menyebut, jika dirinya menjadi presiden, seluruh menterinya harus setuju dengan program makan siang dan susu gratis. Ia berjanji untuk merealisasikan program tersebut buat seluruh anak Indonesia. “Saya tidak ragu-ragu, Prabowo-Gibran akan memberi makan siang untuk anak-anak Indonesia. Saya katakan nanti, siapa yang mau masuk kabinet, siapa yang jadi menteri saya harus setuju anak-anak diberi makan siang. Kalau kau tidak setuju, ndak usah gabung di kabinet Prabowo Subianto,” ujarnya lagi.
Ganjar-Mahfud Berbeda dari Anies-Muhaimin dan Prabowo-Gibran yang menggelar kampanye terakhir di Jakarta, pasangan capres-cawapres nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD, menutup kampanye di Solo dan Semarang, Jawa Tengah.
Di Solo, rangkaian kampanye Ganjar-Mahfud bertajuk “Hajatan Rakyat” dimulai dengan kirab budaya yang mengantar pasangan capres-cawapres itu menggunakan 21 gerobak sapi. Arak-arakan Ganjar-Mahfud bergerak dari Jalan Jenderal Sudirman, melewati Balaikota Solo dan berakhir di Benteng Vastenburg, Kota Solo.
Dalam pidatonya, Ganjar mengajak masyarakat mencoblos dirinya dan Mahfud pada hari pemungutan suara, 14 Februari 2024. Katanya, itu sebagai bentuk perlawanan terhadap intimidasi yang sempat dialami para pendukungnya.
“Melawanlah dengan cara yang benar, melawanlah dengan ketenangan, bagaimana caranya? Tidak sulit. Anda cukup datang 14 Februari dan menentukan pilihan untuk mencoblos nomor berapa? Nomor berapa? Nomor berapa?” kata Ganjar yang dijawab “nomor 3” oleh para pendukungnya. “Itulah perlawanan sejati yang bisa ditunjukkan oleh rakyat, karena kami tidak bisa mengerahkan kekuatan, kami tidak bisa menggerakkan aparatur,” ujar dia.
Sebaliknya, Ganjar menyebut bahwa pihaknya hanya memiliki hati nurani dan keikhlasan untuk menentukan kepemimpinan ke depan. “Dan itu adalah suara panjenengan semuanya. Terima kasih, terima kasih Solo, terima kasih Jawa Tengah,” ucap Ganjar.
Dari Solo, Ganjar-Mahfud bergerak ke Semarang. Mantan Gubernur Jawa Tengah dua periode itu yakin dirinya dan Mahfud bakal menang di Jateng yang dikenal sebagai “kandang banteng”.
“Kalau kita melihat hari ini di Jawa Tengah, insya Allah (menang) mutlak, kandang banteng akan menunjukkan (kemenangan),” kata politikus PDI Perjuangan itu.
Sementara, Mahfud yang juga turut berpidato, berjanji akan menyelesaikan semua persoalan yang dihadapi masyarakat jika dia dan Ganjar terpilih sebagai pemimpin RI selanjutnya. Apalagi, katanya, tengah terjadi krisis demokrasi di Indonesia. “Ada banyak pelajaran tentang arah perjalanan bangsa ini, ada masalah utama yang kami lihat menjadi kegelisahan orang banyak di Indonesia, yaitu tabir gelap demokrasi dan hilangnya keadilan ekonomi. Demokrasi Indonesia tengah mengalami krisis dan terancam eksistensinya,” kata Mahfud dalam hajatan rakyat di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (10/2/2024).
Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) itu menyinggung tentang maraknya korupsi, penyalahgunaan hukum, hingga pelanggaran konstitusi. Ia juga menyentil sejumlah problem, seperti akses kesehatan yang tidak merata, minimnya lapangan kerja, sulitnya akses pendidikan, hingga harga bahan pokok yang melambung.
“Jawabannya tegas, semua yang tidak beres itu harus dihentikan mulai sekarang. Ya, sekarang kita tabrak! Kita seruduk! Kita tabrak dan seruduk semua penghalang yang menyebabkan kegelapan demokrasi dan ketidakadilan ekonomi di Indonesia ini,” tegas eks Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini.
Sumber: kompas.com
(Red)

