“Sayangnya, saat ini Indonesia menghadapi tantangan serius dalam hal ketersediaan dan kualitas talenta keamanan siber. Permintaan meningkat 20–30% setiap tahun, tetapi jumlah lulusan dan tenaga profesional masih jauh dari cukup, Kompetensi yang tersedia belum merata, terutama dalam bidang-bidang mutakhir seperti cloud security, cryptography, IoT & AI security, Soft skills seperti kemampuan analitis, komunikasi lintas disiplin, dan kolaborasi dalam situasi krisis juga masih perlu ditingkatkan”, Lanjut Eko.
Deputi Bidang Koordinasi Kominfo menegaskan Kemenko Polkam, melalui Deputi Bidang Koordinasi Komunikasi dan Informasi, memegang peran penting sebagai koordinator lintas sektor dalam memastikan bahwa ekosistem kebijakan, program, dan sinergi antar-kementerian/lembaga dapat mendukung percepatan penyiapan SDM digital nasional termasuk dalam bidang keamanan siber.
“Upaya ini juga sejalan dengan misi besar pemerintah dalam mewujudkan manusia digital Indonesia yang unggul, sebagaimana diarahkan oleh Bapak Presiden dalam berbagai program prioritas nasional mulai dari keamanan data kesehatan dalam layanan Cek Kesehatan Gratis, sistem digital koperasi dalam Koperasi Merah Putih, hingga keamanan data sosial pada program Makan Bergizi Gratis,” sambung Eko D. Indarto.
Sumber : Rilis Menko Polkam
Editor : Red

