“Di berbagai kesempatan, di acara paguyuban atau acara keagamaan selalu menyampaikan bahwa Batam ini adalah miniaturnya Indonesia dari Sabang sampai ke Merauke karena ada paguyubannya, ada perkumpulannya di Batam,” sebut Amsakar.
Amsakar menambahkan, di setiap agama-agama yang ada di Indonesia ini selalu ada persatuannya, ikatan kedaerahan apapun, organisasi apapun ada di Batam.
“Oleh sebab itu, penting bagi kita untuk menjaga harmonisasi keberagaman, menjaga pluralisme, menjaga heterogenitas sehingga satu sama lainnya ini saling memperkuat, satu sama lainnya anak bangsa ini sama-sama berjuang bagaimana untuk menjadikan Batam ini semakin hebat dan dahsyat ke depan,” cetusnya.
Ia berharap, hendaknya kita ini bisa menjadikan Batam sebagai rumah kita bersama, kitalah yang akan menjaganya, kitalah yang akan merawat.
“Cilacap ini rukunnya luar biasa. Alhamdulillah peduli dengan kegiatan yang dilaksanakan. Saya akhiri dengan pantun, Sungguh Indah Bunga Melati Petik Sekuntum si Putri Ayu, kalau Seluruh Warga Cilacap ini Sudah Sehati, insya Allah Batam ke depan semakin maju luar biasa,” pungkasnya./Red.

