Jusuf Rizal, menilau kebijakan Mendes Yandri Susanto bisa berdampak tidak baik atau bisa bisa jadi bumerang bagi Pemerintahan Prabowo-Gibran yang berusaha membuka lapangan kerja sektor informal dan menekan semaksimal mungkin adanya PHK (Pemutusan Hubungan Kerja). Karena penutupan gerai Alfamart, Indomart maupun MaduraMart (Warung Madura) akan menyebabkan PHK baru, sebab ratusan ribu pekerja yang terlibat di sektor usaha itu.

“Jangan hanya karena Yandri Susanto mau menjilat dan dipuji Presiden Prabowo Subianto, kemudian sesukanya ambil kebijakan yang tidak baik bagi kepastian berusaha. Kalau demikian di mana ekonomi Pancasila yang berkeadilan itu” papar Jusuf Rizal.

Kata Jusuf Rizal, Alfamart, Indomart dan MaduraMart itu, saat didirikan dilindungi aturan. Ada investasi. Tidak bisa seenak perutnya, mau ditutup. Lalu siapa yang ganti investasinya,” tegas Jusuf Rizal, aktivis pekerja dan Ketua Harian KSPSI (Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia).

Melihat kebijakan Mendes yang dholimi masyarakat itu, karena itu Ormas Madas Nusantara menolak keras dan akan melawan kebijakan yang kapitalis itu. Itu akan membunuh ekonomi sektor informal maupun kepentingan masyarakat umum. Karena belum ada jaminan jika Alfamart, Indomart dan MaduraMart, perannya sudah bisa digantikan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang masih amburadul.

Saran Madas Nusantara kepada Mendes, Yandri Susanto, baiknya fokus urusin topoksinya. Sebab hingga saat ini, apa prestasinya, belum jelas. Kemudian kalau mau cawe-cawe ikut urus KDMP, benahi dulu manajemen KDMP. Mulai dari pengadaan barang, dll.

” Sekarang saja KDMP di Blok M, sudah tujuh bulan beroperasi masih minus. Ada banyak tutup. Terus ngimpi mau gusur Indomaret, Alfamart dan MaduraMart pake tangan besi,” tegas Jusuf Rizal Ketum PWMOI (Perkumpulan Media Online Indonesia).

Ormas Madas Nusantara akan galang para pekerja Indomaret, Alfamaret dan MaduraMart (Warung Madura) menghadang kebijakan kapitalis Yendri Susanto. Ia menyebutkan seluruh karyawan akan buat aksi demo ke Kemendes, Kemenkop, DPR dan Istana Presiden tolak penggusuran Indomaret, Alfamart dan MaduraMart (Warung Madura)./Red.