Sebelumnya, Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., memberikan pidato inspiratif kepada para lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK). Dalam pidatonya, Kapolri mengimbau para lulusan untuk keluar dari zona nyaman dan menjadi pendengar yang baik dalam melaksanakan tugas kepolisian.
Dalam era kemajuan teknologi dan media sosial saat ini, Kapolri Sigit menyoroti pentingnya integritas dan transparansi bagi anggota polisi. Dalam konteks citizen journalism, di mana setiap perbuatan dapat menjadi berita melalui media sosial, Kapolri mendorong para lulusan STIK untuk berlomba-lomba dalam melakukan perbuatan baik dan mencapai prestasi yang dapat membanggakan institusi kepolisian.
Kapolri juga menekankan pentingnya polisi sebagai pelayan publik. Kapolri meminta para lulusan STIK untuk selalu mendengarkan masyarakat dengan baik, karena tanggung jawab kita adalah kepada publik. “Dalam melaksanakan tugas kepolisian, menjadi pendengar yang baik dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat merupakan hal yang sangat penting.” Ujar Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si.
Kemudian dalam kesempatan tersebut, Kapolri juga mengumumkan Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) akan mengalami perubahan signifikan setelah mendapatkan surat rekomendasi dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk menjadi Universitas Kepolisian Indonesia.
“Universitas Kepolisian Indonesia akan menyediakan sejumlah program studi yang tidak hanya terbuka bagi anggota kepolisian, tetapi juga untuk masyarakat umum. Dengan demikian, universitas ini diharapkan dapat menjadi kampus unggulan di masa depan.” Tutup Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si.
(Red)

