Persoalan air bersih di wilayah Tanjung Sengkuang menjadi perhatian serius Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra.

Hal itu ditegaskan Amsakar saat menghadiri Halal bi halal tingkat Kecamatan Batu Ampar di halaman Kantor Lurah Tanjung Sengkuang, Jumat (03/04) malam.

Dalam kesempatan tersebut, Amsakar menegaskan bahwa meskipun sejumlah indikator makro pembangunan menunjukkan tren positif, persoalan mendasar seperti pelayanan air bersih masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dituntaskan.

“Air bersih, persampahan, dan banjir adalah isu yang langsung dirasakan masyarakat. Khusus Tanjung Sengkuang dan sekitarnya, kami telah menyiapkan langkah konkret,” ujarnya.

Ia menjelaskan, salah satu upaya yang dilakukan adalah peningkatan kapasitas Instalasi Pengolahan Air (IPA) di Dam Sungai Ladi. Kapasitas yang sebelumnya 50 liter per detik, ditingkatkan menjadi 100 liter per detik guna memenuhi kebutuhan wilayah Jodoh, Nagoya, Batuampar, hingga Bengkong.

Selain itu, Pemko Batam juga mendorong peran aktif pihak swasta, termasuk PT Moya, untuk mempercepat investasi infrastruktur air bersih tanpa sepenuhnya bergantung pada anggaran pemerintah.

“Kolaborasi menjadi kunci. Kita tidak bisa bekerja sendiri untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat,” tambahnya.