“Di tengah kondisi global saat ini, bantuan sosial diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” katanya.

Selain itu, Amsakar memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam, di antaranya pertumbuhan ekonomi yang meningkat dari 6,69 persen menjadi 6,76 persen serta pendapatan asli daerah dari Rp2,36 triliun menjadi Rp2,58 triliun.

Realisasi investasi juga melampaui target, yakni mencapai Rp69,3 triliun dari target Rp60 triliun. Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat dari 83,3 menjadi 83,8.

Ia menyebut jumlah lansia di Batam mencapai hampir 60.000 jiwa, dengan sekitar 25.000 di antaranya masuk kategori penerima bantuan.

Selain itu, angka kemiskinan menurun dari 4,48 persen pada 2024 menjadi 3,81 persen pada 2025, sedangkan tingkat pengangguran terbuka turun dari 7,68 persen menjadi 7,57 persen.

Menurut Amsakar, capaian tersebut tidak terlepas dari kontribusi kader Posyandu serta dukungan masyarakat.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi membangun Batam agar semakin maju,” ujarnya./Red.