Ia menegaskan bahwa keselamatan berlalu lintas bukan semata tanggung jawab kepolisian, melainkan menjadi kebutuhan dan tanggung jawab bersama. Melalui kurikulum ini, diharapkan tumbuh generasi muda Batam yang disiplin, santun, serta mampu menjadi pelopor keselamatan di jalan raya.

“Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Pendidikan berkomitmen mengawal pelaksanaan kurikulum ini agar berjalan efektif dan berkelanjutan di seluruh sekolah dasar dan menengah pertama,” tambahnya.

Program ini dilatarbelakangi data tahun 2025 yang menunjukkan pelajar menempati peringkat kedua korban kecelakaan lalu lintas terbanyak di Batam. Hingga Desember 2025, tercatat 979 kasus kecelakaan. Meski demikian, angka fatalitas korban meninggal dunia berhasil ditekan hingga 59 persen berkat berbagai upaya pencegahan yang dilakukan secara kolaboratif.

Selain peluncuran kurikulum, program ini juga memperkenalkan Pojok Lalu Lintas di sekolah-sekolah. Fasilitas tersebut dilengkapi media edukasi berupa banner rambu dan marka jalan sebagai sarana pembelajaran interaktif bagi siswa.

Kegiatan ini diikuti oleh 60 kepala sekolah serta perwakilan siswa SD dan SMP dari berbagai wilayah di Kota Batam. Dengan sinergi antara Pemerintah Kota Batam, Polri, dan instansi terkait dalam penerapan Lima Pilar Keselamatan, Batam optimistis mampu menekan angka kecelakaan lalu lintas di kalangan pelajar secara signifikan./Red.