“Masyarakat minta agar pemerintah dapat memperhatikan kelompok tani. Khususnya dari alat fasilitas tani. Dan yang paling utama adalah dana untuk modal,” harap dia.
Di tempat yang sama, dari keterangan RT 05 / RW 04 Husin, Kelurahan Galang Baru menyebutkan program Koperasi Unit Desa (KUD), jangan sampai tertinggal. Pasalnya ketika ada penyaluran bantuan yang ada, harus dapat di terima untuk anggota.
“Ini acara silaturahmi, meneruskan KUD sebelumnya. Kalau koperasi nelayan seperti minyak dan alat tangkap harus di salurkan kepada anggota anggota di dalam nya,” terang Husin.
“Untuk tangkap nelayan, masyarakat membutuhkan mesin sebagai operasionalnya. Nelayan minta minyak (BBM) jangan sampai ada kendala. Karena itu sebagai bahan pokok mereka untuk bekerja,” katanya lagi.
Di balik itu, untuk Kelompok tani hutan kata dia, ada tiga yang di butuhkan masyarakat seperti Pupuk, Bibit dan Racun hama. Bagi masyarakat yang tidak masuk kelompok mereka bersifat mandiri.
“Pemerintah gimana dapat bantu kami sebagai nelayan untuk melaut. Kalau kami di bantu mesin besar kami bisa agak jauh mencari ikan. Kalau sekitaran disini ikan tak ada lagi,” pungkasnya.
Kondisi melaut saat ini, hasil laut tak menentu. Keberadaan Ikan tak seperti dahulu. Jarang sekali ikan berada dekat mereka.
(Red)

