Kisah serupa juga dialami oleh Andi Donal Putra Zebua, seorang mahasiswa yang sebelumnya kesulitan mengikuti perkuliahan daring.
“Dulu, saya sering ketinggalan materi kuliah online dan nilai saya rata-rata hanya 6,” jelas Andi dengan penuh semangat.
“Sekarang, setelah ada internet yang stabil melalui kartu Tri Indonsat, nilai saya meningkat menjadi rata-rata 7. Saya juga bisa mengakses jurnal ilmiah online untuk mengerjakan tugas,” lanjutnya.
Investasi IOH ini berperan sebagai jembatan yang menghubungkan Gunungsitoli dengan dunia luar, memberikan akses kepada masyarakat untuk mendapatkan informasi, pendidikan, dan peluang ekonomi yang sebelumnya sulit dijangkau. Dampak positif dari investasi ini dirasakan oleh berbagai kalangan.
Meskipun demikian, perjalanan menuju digitalisasi Gunungsitoli yang menyeluruh masih merupakan proses yang panjang dan berkelanjutan. Masih terdapat tantangan yang perlu diatasi bersama, seperti kesenjangan digital yang masih lebar, tingkat literasi digital yang perlu ditingkatkan, dan ketersediaan konten lokal yang relevan dan bermanfaat.
Dengan investasi yang berkelanjutan dari IOH, masa depan Gunungsitoli diharapkan lebih cerah dan terhubung, membawa harapan yang lebih besar, peluang yang lebih luas, dan masyarakat yang lebih berdaya untuk meraih impian mereka./Setiaman Zebua.

