“Tujuan utama kami adalah menciptakan tenaga kerja lokal yang kompetitif dan sesuai dengan standar industri,” tegas Amsakar.
Selain itu, pasangan ASLI memberikan perhatian khusus pada pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK). Mereka berencana untuk bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan untuk melengkapi BLK dengan alat dan fasilitas pelatihan modern.
“Dengan fasilitas BLK yang lengkap, tenaga kerja lokal akan memiliki keterampilan yang lebih baik dan sesuai dengan kebutuhan pasar kerja,” tambah Amsakar.
Untuk mendukung kebijakan yang berpihak pada tenaga kerja lokal, pasangan ASLI mengusulkan agar 10-15 persen dari total rekrutmen di setiap perusahaan diprioritaskan bagi pekerja lokal. Kebijakan ini akan diperkuat melalui Peraturan Walikota (Perwako) yang mengatur rekrutmen tenaga kerja lokal.
Dalam menyusun strategi ini, Amsakar merujuk pada pengalaman positif selama menjabat sebagai Wakil Wali Kota Batam. Ia mencontohkan kemitraan pelatihan yang berhasil dilakukan di PT Cladted, Batu Ampar, dimana tenaga kerja lokal mendapatkan sertifikasi keterampilan internasional dan berhasil bekerja di negara-negara seperti Brasil, Dubai, dan Kuwait. Pola pelatihan yang sukses ini akan dijadikan model untuk mencetak tenaga kerja berkualitas di masa mendatang.
Dengan langkah-langkah strategis yang terarah, pasangan ASLI optimis bahwa angka pengangguran di Batam dapat ditekan secara signifikan.
“Kami percaya Batam bisa menjadi kota mandiri dan sejahtera, dengan tenaga kerja lokal yang kompetitif dan siap bersaing di pasar global maupun domestik,” tandas Amsakar./Red.

