Mengingat biaya yang besar itu, sambung Amsakar, untuk tahap awal sebagai percontohan, ia dan Li Claudia akan mencoba di wilayah Lubuk Baja.

“Untuk tahun berikutnya, akan kami titipkan melalui DPRD Kota Batam untuk tiga buah pompa. Dan apabila nanti kita se-mazhab dengan pilihan gubernur, saya bisa usulkan juga dengan beliau untuk membantu pengadaan ini,” papar dia.

Soal banjir di Mangsang seperti yang dikeluhkan Asna tadi, Amsakar menyebut, salah satu alternatif penyelesaian persoalan itu, nanti pihaknya akan melihat langsung kondisi drainase di sekitar pemukiman tersebut.

“Apakah banjir ini imbas dari drainase yang tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Baru kita ambil tindakan, drainase itu akan kita lakukan revitalisasi atau normalisasi,” jelas dia.

Kemudian, menanggapi harapan dari masyarakat yang disampaikan oleh Kasi tadi, Amsakar membocorkan salah satu program lainnya bersama Li Claudia Chandra untuk Kota Batam.

“Ini tidak hanya soal Jalan S Parman yang diharapkan dilebarkan. Jauh kami memandang ke depan, persoalan jalan ke depan agar dapat mengurai kemacetan Kota Batam. Pelebaran jalan hari ini, kami lihat belum bisa memecahkan kemacetan yang ada. Maka perlu jalan alternatif nantinya,” kata dia.

Amsakar dan Li Claudia, terang dia, telah merencanakan dibuatnya jalan baru yang dirasa nantinya akan memecahkan persoalan ini.

“Kami menamakan proyek jalan ini jalan Batam Timur, Jalan Batam Tengah, Jalan Batam Barat,” ucap dia, sambil merincikan satu per satu.

Selain itu, salah satu upaya memecahkan persoalan ini, jelas dia, Amsakar dan Li Claudia berkomitmen akan membenahi transportasi massal di Kota Batam.

“Kita akan menyiapkan kendaraan pengumpan yang masuk ke pemukiman warga. Hal ini dimaksudkan, agar Trans Batam dapat efektif dan efisien. Serta nantinya kita akan membenahi halte. Setidaknya kita bisa mencontoh di Jakarta, agar penumpang merasa nyaman menggunakan moda transportasi massal,” jelas dia.