“Ini selaras dengan nama lukisan yang saya berikan tadi,” sebut pria berusia lima puluh tahun tersebut.
Selain itu, imbuhnya, lukisan itu diharapkan nanti akan sebagai pengingat bagi Amsakar-Li Claudia untuk terus memperhatikan dan memperdulikan kaum Disabilitas di Kota Batam.
“Apabila nanti mereka terpilih, semoga mengingat kami kaum Disabilitas ini,” harap Yudha, yang telah banyak melukis sejumlah pejabat di Kepri ini.
Menurutnya, banyak penyandang disabilitas di Kota Batam ini yang memiliki potensi di berbagai bidang. Namun perhatian dari pemerintah setempat dirasa olehnya masih terbilang kurang.
“Apabila kami diberi ruang lebih, selain di bidang seni seperti lukisan ini, banyak lagi potensi dari penyandang disabilitas di Batam yang bisa dimaksimalkan. Besar harapan dari saya selaku penyandang disabilitas kepada Pak Amsakar agar ke depan kami diberikan kesempatan,” ujar dia.
Terpisah, Amsakar mengaku terharu saat menerima lukisan dari Yudha. Ia menilai, ini merupakan bentuk pengingat dirinya bersama Li Claudia Chandra terhadap potensi dan keberadaan kaum Disabilitas di Kota Batam.
“Pertama, saya mengapresiasi dengan lukisan karya Yudha ini. Ini sebagai pengingat bagi kami nantinya untuk memberikan perhatian lebih kepada kaum difabel di Kota Batam. Ke depan, kita akan beri ruang yang lebih banyak untuk menggali potensi mereka,” kata dia./Red.

