LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) berencana melaporkan kasus perusakan Kantor DPW LSM LIRA Kepulauan Riau (Kepri) kepada Presiden Prabowo Subianto melalui Koordinator Bidang Komunikasi Istana Presiden, M. Qodari.
Langkah tersebut diambil setelah Biro Intelijen dan Investigasi LSM LIRA (BIIL) menemukan adanya indikasi keterlibatan oknum dalam aksi demonstrasi yang berujung pada perusakan kantor DPW LSM LIRA Kepri.
Presiden LSM LIRA, KRH. HM. Jusuf Rizal, SH, menyatakan bahwa peristiwa tersebut merupakan bentuk pelecehan terhadap upaya pemerintah dalam memberantas korupsi. Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto telah mendorong masyarakat untuk melaporkan berbagai bentuk penyalahgunaan wewenang dan praktik korupsi.
“Dengan kejadian Kantor DPW LSM LIRA Kepri dirusak oleh demo massa bayaran, karena pemberitaan dugaan praktek proyek ijon oleh Gubernur LSM LIRA Kepri, Yusril Koto, mengindikasikan jika Batam dan Kepri dikuasai oleh para koruptor. Ini akan menjadi catatan LSM LIRA agar KPK dan Kejaksaan segera turun ke Batam, Kepri,” tegas Jusuf Rizal, pria berdarah Madura-Batak, Relawan Prabowo Subianto itu.
Jusuf Rizal menegaskan, apabila dugaan keterlibatan oknum yang disebut berasal dari Partai Gerindra terbukti, maka pihaknya akan menempuh jalur hukum sekaligus melaporkan persoalan tersebut kepada partai yang bersangkutan.

