Secara kronologis munculnya ancaman pembunuhan yang dilakukan oknum Pasi Intel Kodim 0316 Batam kepada aktivis dan Gubernur LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat), Yusril Koto, karena memuat berita di media www.liranews.com tentang penolakan warga dalam pembangunan Bagunan Koperasi Merah Putih yang menggunakan Fasum aktif milik warga.

Atas keluhan Ketua RW 009 dan warga Perumahan Bida Asri 1 terhadap pembangunan Koperasi Merah Putih di atas lahan Fasilitas Umum (Fasum) aktif itu, mereka melaporkan ke LSM LIRA Kepri.

“Saya hanya menyampaikan aspirasi warga. Alangkah bijaknya jika koperasi menggunakan lahan lain, bukan mengorbankan fasum aktif milik warga. Namun, kritik ini justru direspons dengan ancaman oleh oknum Pasi Intel seolah-olah saya menekan atau mengganggu mereka,” tegas Yusril Koto kepada media di Batam

Atas ancaman pembunuhan itu, Gubernur LSM LIRA Kepulauan Riau (Kepri), Yusril Koto, secara terbuka meminta perlindungan hukum kepada Presiden RI Prabowo Subianto dan sejumlah petinggi negara setelah mengaku memperoleh ancaman pembunuhan melalui telepon dari oknum Pasi Intel Kodim 0316 Batam pada Kamis (23/04/2026) yang akan mengerahkan anak buahnya menghabisinya.

Sebelum ancaman terjadi, Yusril mengaku dihubungi oleh anggota Intel Kodim 0316 Batam bernama Ardi terkait pemberitaan di media www.liranews.com

Atas kejadian itu DPP LSM LIRA dan PWMOI juga merencanakan melaporkan masalah ini ke Propam Militer di Jakarta./Red.