“Kami juga mengajak para pengusaha ikut serta membangun Batam lewat CSR. Tidak mungkin perubahan besar bisa terjadi hanya mengandalkan Pendapatan Asli Daerah. Butuh kolaborasi,” tegasnya.

Ia menambahkan, transformasi Batam menuju kota maju dan berdaya saing membutuhkan sinergi antara pemerintah dan swasta. Peran pengusaha menjadi vital tidak hanya dalam hal investasi, tetapi juga dalam kepedulian sosial.

Lebih lanjut, Amsakar memastikan bahwa setiap kebijakan dan langkah BP Batam akan dikomunikasikan secara terbuka kepada pelaku usaha. Ia tidak ingin ada kesalahpahaman, seperti yang sempat terjadi saat dirinya bersama Wakil Kepala BP Batam melakukan peninjauan lapangan beberapa waktu lalu.

“Yang kami lakukan itu bagian dari tugas normatif, bukan untuk menciptakan kecemasan. Kalau ada kekeliruan persepsi, mari kita benahi bersama. Yang penting ke depan, kita terus perbaiki prosesnya,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Amsakar turut menegaskan pentingnya kepemimpinan yang solid di lingkungan Pemko Batam dan BP Batam di bawah duet Amsakar-Li Claudia. Ia menekankan bahwa seluruh kebijakan yang dijalankan harus berlandaskan pada Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria (NSPK), yang menjadi pilar utama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, adil, dan berintegritas.

“Kami akan terus bekerja berdasarkan NSPK. Seluruh pembangunan, mulai dari infrastruktur, pelayanan publik, hingga pengelolaan anggaran, harus mengacu pada pedoman ini agar tidak keluar dari koridor hukum dan prinsip akuntabilitas,” tegas Amsakar./Red.