Pietra juga menyoroti narasi dan visual yang dinilai cenderung menggiring persepsi negatif, khususnya terhadap Ketua Umum Surya Paloh.

“Ketika narasi dan visual mengarah pada upaya merendahkan Ketua Umum kami, tentu sebagai kader kami memiliki reaksi emosional. Ini bukan sekadar soal figur, tapi menyangkut harga diri partai tempat kami berjuang, berideologi, dan mengabdi kepada masyarakat,” tambahnya.

Meski demikian, Pietra tetap mengedepankan sikap dewasa dalam menyikapi situasi ini. Ia mengingatkan bahwa kebebasan berpendapat tetap memiliki koridor hukum yang harus dihormati oleh semua pihak.

“Saya mengajak semua pihak, khususnya media, untuk tetap menjaga etika, akurasi, dan tanggung jawab dalam menyampaikan informasi. Kebebasan bersuara bukan berarti bebas tanpa batas. Ada ketentuan hukum yang mengatur, dan itu harus menjadi rambu bersama,” tutup Pietra.