Job Fair Jadi Harapan Baru
Job Fair Batam 2025 menjadi salah satu langkah penting dalam menekan angka pengangguran yang menurut data terakhir masih cukup tinggi meskipun investasi terus meningkat. Tahun ini, pelaksanaan job fair dinilai lebih tertib dan terorganisir.

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, dalam sambutannya menyebut bahwa pelaksanaan job fair adalah wujud komitmen Pemko Batam terhadap amanat Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2003, yang menjamin hak setiap warga negara atas kesempatan kerja yang adil.

“Job fair seperti ini menjembatani dunia usaha dan para pencari kerja. Tapi kita harus jujur, ada sesuatu yang keliru jika investasi naik tapi pengangguran juga naik. Kita butuh evaluasi menyeluruh,” kata Amsakar.

Ia mengingatkan bahwa pembangunan bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga memberdayakan masyarakat lokal agar bisa menjadi bagian dari kemajuan kota.

Kegiatan job fair tahun ini diikuti oleh 86 perusahaan dengan total 1.185 lowongan dari 265 posisi, yang terbuka untuk lulusan SMA hingga sarjana, baik fresh graduate maupun tenaga kerja berpengalaman.

Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, Nurul Iswahyuni, mengatakan job fair menjadi strategi utama Pemko untuk mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan, serta memperbaiki sistem rekrutmen.

DPRD Siap Kawal Komitmen Dunia Usaha
Muhammad Kamaluddin menegaskan bahwa DPRD akan mengawasi implementasi komitmen perusahaan, termasuk dalam pelaksanaan hasil rekrutmen setelah job fair. Ia tidak ingin kegiatan ini hanya selesai di meja HRD tanpa realisasi lapangan.

“Kami akan minta laporan dari Disnaker, berapa persen tenaga lokal yang terserap dari job fair ini. Kita ingin bicara data, bukan asumsi,” tegasnya.

Di akhir pernyataannya, Mas Kamal mengajak seluruh elemen—pemerintah, dunia usaha, pendidikan, dan masyarakat—untuk bersatu membangun ekosistem ketenagakerjaan yang adil, terbuka, dan berpihak.

“Jika tenaga kerja lokal berdaya, maka Batam akan kuat dari dalam. Inilah pembangunan yang sesungguhnya,” tutupnya./Red.